Pesona Kota Praha Yang Bersahaja

Sebenarnya perjalanan dari tempat kami ke Praha ‘hanya’ membutuhkan waktu sekitar 8 jam dengan mobil. Tapi karena prinsip saya liburan adalah saat untuk beristirahat baik jiwa maupun raga, maka saya tidak mau ‘memberdayakan’ suami jadi sopir pribadi selama 8 jam straight (16 in total).

Karena ini adalah liburan kami berdua, jadi suamipun harus bisa menikmati liburan ini sebagai waktu untuk bersantai dan beristirahat. Idealnya kan sampai di tempat tujuan kami langsung jalan-jalan mengobservasi keadaan sekitar hotel, sambil mencari restoran murah buat makan malam. Mau jalan kemana kalau suami sudah tepar duluan karena nyetir non-stop selama 8 jam??Hehehe…. (Anda bisa punya pendapat yang lain. Beda pendapat soal ini sah saja…). 

Perjalanan dari Wijchen ke Praha kami break untuk istirahat malam di Frankfurt, dan break di Heidelberg dalam rute pulang. Lain waktu saya bagi cerita tentang Heidelberg…

Bukan rahasia kalau Praha merupakan salah satu kota di dunia yang cantik dan romantis.. Bahkan seorang teman saya cenderung lebih menyukai Praha daripada Paris. Bicara soal romantis, menurut saya dimana saja pasti romantis. Tergantung dengan siapa kita pergi. Tapi soal kecantikan, saya sangat setuju dengan pendapat semuanya. Tapi secara khusus menurut saya, dibandingkan Paris dengan kecantikannya yang megah cenderung arogan, atau Venezia dengan kecantikannya yang mistis, Praha merupakan kota yang kecantikannya sangat bersahaja…

*****

Duduk senang di seputaran Old Town Square merupakan kegiatan liburan yang sangat fun (selama hal itu tidak termasuk mengunjungi bagian dalam Church of Our Lady before Tyn. Saya sangat takut dengan cerita hantu yang bergentayangan hahaha!). Tapi sayangnya saya tidak dapat menikmati pusat kota Praha dari tower Old Town Hall . Setengah perjalanan, dan saya menyerah… Terlalu berat saya membawa badan yang hamil tua naik ke atas tower… wkwkwkwkk…

*****

Astronomical Clock memang bukan sekedar nama. Mengetahui sejarahnya, dan menyadari fakta bahwa sampai saat ini jam tersebut masih sempurna bekerja, dengan mudah mendatangkan decak ‘wow’ dari mulut kita. Tapi buat saya, menanti dentangan the famous Astronomical Clock, bersusah payah berdesak-desakan dengan turis-turis yang lain, sungguh tidaklah worth it. Atraksi boneka 12 rasul itu tidak terlalu ‘nendang’ kalau menurut saya. Mungkin anda punya pendapat berbeda…

Tapi minimal tips dari saya, jika anda akan berkunjung kesana cobalah untuk tidak menaruh harapan tinggi terhadap atraksi ini.

*****

Pada liburan musim panas kali ini, hal yang paling saya nikmati adalah berjalan-jalan menyusuri Charles Bridge, baik di siang hari maupun di malam hari. Menikmati pemain biola beraksi, atau sekedar menonton pelukis jalanan mencari sesuap nasi, dikombinasi dengan backdrop pemandangan sungai Vltava, membuat hati saya pengen teriak kuat-kuat dengan noraknya; “Maaaa…saya di Prahaaaaa!!!!!!” hehehe… 😉

Praha Castle pun tidak kalah indahnya, didukung dengan kemegahan St. Vitus Cathedral didalamnya. Tapi buat saya, peragaan pergantian pengawal istana sungguh sangat membosankan. Atraksi yang diperagakan para polisi-polisi bermotor terkesan kurang variatif dan diulang terus menerus dalam satu durasi yang cukup lama. Saya dan penonton lainnya jadi menggumam bosan…

Pengalaman yang tidak boleh terlewatkan adalah menikmati kastil Praha dan jembatan Charles di malam hari. Apalagi jika menikmatinya sambil menyeruput kopi di Hergetova Cihelna Restaurant, sebuah restoran yang terletak di pojok jalan dengan pemandangan panoramik lepas mengarah ke jembatan Charles dan Praha kastil. Sungguh suatu pemandangan yang priceless……

*****

Jika berjalan turun dari kastil Praha, anda kemungkinan akan melewati sebuah gang kecil yang dipenuhi dengan restoran, baik kecil maupun besar. Menikmati lunch disini merupakan sebuah pilihan yang saya rekomendasikan. Harganya cukup terjangkau, dimana dengan harga tersebut kita tidak hanya mendapat makanan tapi juga mendapat ambiens lokal yang kental.

*****

Seperti di kota-kota turis lainnya, harga-harga di pusat kota Praha sudah sangat ‘turistik’. Tapi jika anda berjalan sedikit ke luar kota, anda akan temukan harga-harga makanan yang sangat ‘jatuh’. Karena alasan tersebut, kami mengambil hotel di area pinggiran kota Praha, namanya Iris Congress Hotel. Kami sangat merekomendasikan hotel ini. Kelebihan hotel ini bukan saja terletak pada harganya yang relatively murah, dengan harga kamar yang sudah termasuk sarapan buffet yang sangat mengenyangkan, tapi juga karena lokasi hotel ini berdepanan dengan sebuah mal belanja yang tidak begitu besar, dimana lantai paling atas mal ini merupakan areal foodcourt dengan beberapa booth makanan Asia yang harganya amat sangat murah sekali (maafkan keberlebihan bahasa ini… hehehe…)

Sebagai turis Indonesia yang tidak bisa lepas dari nasi dan lauk pauk asin lainnya, posisi hotel ini sungguh sangat strategis, apalagi ditambah dengan halte trem di dekat situ, yang membawa kita ke pusat kota hanya dalam hitungan waktu sekitar 10-15 menit.

*****

Seperti saya bilang sebelumnya, kota Praha merupakan kota yang bersahaja, baik dari segi kecantikan maupun dari segi biaya hidup. Saya dan suami masih ingin kembali mengunjungi kota ini. Praha harus masuk daftar wajib-kunjung bila anda jalan-jalan ke Eropa…

Prague1

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s