Monschau, desa vintage :)

Sudah lama teman-teman saya merekomendasikan desa Monschau… Karena masih ‘tergiur’ mengeksplor kota besar, saya mengacuhkan desa ini… Ketika beberapa waktu lalu teman ‘batik’ saya datang berkunjung, saya lalu teringat dengan desa ini lalu berkeputusan mengunjunginya bersama teman tersebut, yang begitu cinta mati segala sesuatu vintage….

IMG_1962edit-copy

Monschau sungguh sangat melampaui ekspektasi saya sebelumnya. Desa ini bukan hanya sekedar kecil secara ukuran, tapi juga unik dalam hal letak. Jika bukan karena informasi beberapa teman, saya tidak akan pernah menyangka bahwa ada desa kecil eksis di kedalaman lembah… Bayangkan saja, sudah dengan bantuan alat navigasi mobil, toh kami sempat tidak menemukan jalan masuk ke desa ini… Ckckckckckk… ^___^

Untuk anda yang pecinta kota besar, mungkin tidak bakal tertarik dengan Monschau. Selain desa kecil, Monschau juga merupakan desa tua, bahkan terbilang ‘vintage’. Rumah-rumah penduduk terlihat sangat ‘usang’. Jalan utamanya begitu kecil, serasa berjalan di gang sempit ibukota. Namun toh mobil yang lewat bukan mobil ber-merk sembarangan… Mungkin para orang kaya Jerman, yang sedang ‘retreat’ mencari sunyi di desa kecil ini….

IMG_1850edit-copy IMG_1885edit-copy IMG_1902edit-copy IMG_1913edit-copy

Sayangnya kami hanya menghabiskan beberapa jam saja disana. Keburu malam, teman saya harus mengejar train ke Schiphol untuk kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke tanah air… Karena tidak jauh dari desa kami tinggal, suatu saat nanti kami akan berkunjung lagi kesana, dan membawa pulang cerita lebih banyak lagi tentang Monschau…

Untuk sekarang, tips saya cuma satu: jika anda senang makan pie, tapi tidak cocok dengan pie Belanda yang terlalu manis atau pie Jerman yang terlalu asam, cobalah makan pie apel (Apfelstrudel) di kafe yang letaknya persis di depan Gereja Protestan. Apfelstrudel yang manisnya pas, dikombinasi dengan satu skup es krim vanila dan taburan gula putih halus sebagai pemanis tampilan, merupakan the best Apfelstrudel yang pernah saya makan seumur hidup saya…. Tapi tentu saja, citarasa setiap orang itu berbeda-beda, bukan begitu???

Go bagpacking, and do some happy traveling !!

Advertisements

7 Comments Add yours

  1. Feº A says:

    wah ini juga pengen….mba sudah bosen lihat kota2 metropolitan, senangnya yang gini ginian.

    1. Klo gitu tooss kita mba… Hehehee… ^___^

      1. Feº A says:

        iya.tooosss…kalo yg metropolitan sih hampir ga ada nilai lebihnya..crowded..asikan yang kota kecil unik2, kemana mana deket..

  2. Hallo mba salam kenal, cantikk desanya keliatanya sejuk ya 🙂

    1. Salam kenal Astriedastrie 🙋😊… Iya betul, desanya cantik dan sejuk… 😍

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s