Luxembourg the Grand Duchy

Weekend Getaway kami berakhir di kota Luxembourg. Sampai sekarang saya masih bingung, koq namanya Grand Duchy yaa… Sounds like Dutch and bitchy, kurang lebih begitu hahahaa…. Apalagi karena bendera negara ini persis seperti bendera Belanda.. Jadi makin yakin saya kalo negara ini bitch nya orang-orang Dutch hahahahaa…. *bahasan yang amat sangat tidak penting hahahahaa*

Luxembourg merupakan salah satu negara terkecil yang ada di Eropa. Tapi jangan salah, Luxembourg ini bener-bener red hot chili peppers deh, kecil-kecil cabe rawit… Walau kecil, tapi negara ini konon menjadi tempat berdomisili orang-orang terkaya di Eropa. Dan ini tertangkap jelas dalam keseharian mereka. Mobil yang berseliweran disana kebanyakan adalah mobil-mobil bermerk mahal. Nongkrong di café aja, dandanan para Luxembourgers sangat classy dan chic. Awalnya kami pikir ini hanya perasaan kami aja, secara gitu hotel yg kami tinggali letaknya di kawasan bisnis di pusat kota. Ternyata memang demikian penduduk Luxembourg itu. Dandanannya netjes dan berkelas.

Blum lagi soal harga makanan. Sepiring pasta di Belanda bisa dapet harga 8euro, di Luxembourg minimal 15euro. No wonder yaa di Eropa ini hanya ada 3 negara yg masih bertahan memperoleh rating credit Triple A dari CRA; Jerman, Belanda (woohoooo!!), dan tentu saja Luxembourg.

Keunikan kota Luxembourg ini terletak pada bentuk kotanya. Kota ini terletak di atas bukit, yg terpisah oleh suatu lembah. Itu sebabnya viaduct yg menghubungkan kedua kota ini, sangat terkenal sebagai trademark/ciri khas Luxembourg city. Uniknya lagi, puing2 bersejarah jaman dulu yang terletak di lembahnya masih terpelihara hingga sekarang dan menjadi tempat jelajah favorit oleh para turis hikers.

Untuk gastronomy, Luxembourg ga punya ciri khas makanan yg special. Mungkin ini disebabkan karena kultur Luxembourg yang sangat dipengaruhi oleh negara2 tetangga, yaitu Jerman dan Perancis. Namun begitu, walaupun ga punya gastronomy khas tapi Luxembourgers terlihat sangat menyukai fine dining, khususnya French culinary. Itu sebabnya walaupun negara ini kecil, tapi mereka tercatat memiliki 4 restoran dengan standar rating Michelin stars. Jadi, if luxury is on your travel style, cobalah fine dining di Luxembourg city ^_____^.

Kami sih sebagai keluarga kecil seorang tukang insinyur, mana mampu laaah fine dining di Luxembourg hahahaa… Walaupun begitu, tapi kami cukup mengalami lho yang namanya ‘makan berkelas’ (dikutip yaaaa hahhahaaaa). Ceritanya, hotel tempat kami tinggal ternyata merupakan hotel bisnis yg letaknya di tebing salah satu bukit kota. Jadi dari hotel kami bisa memandang bebas jembatan Pont Adolphe yang membelah Vallee de la Petrusse dan tower The National Savings Bank yg menjadi highlight kota Luxembourg itu. Alhasil, kami breakfast dgn ambience yg begitu ‘mewah’; sarapan di teras restoran hotel dengan pemandangan yg khas menyejukkan mata, dengan dikelilingi oleh bapak2 berdasi. Malah lagi kami makan, di meja samping kami ada sekelompok orang yg sedang bernegosiasi bisnis. Ihhh pagi-pagi bukannya makan malah ngomongin duit… hahahaaa… Nah, kurang ‘makan berkelas’ apalagi cobaaaa kaannn… hahahahaaa…..

Sayang betul saya ga sempat bikin foto Place d’Armes, square di pusat kota yang jadi tempat ngumpul2 dan ngafe2.. Soalnya kebetulan di tengah square ada pertunjukkan musik anak sekolahan. Udah gitu naga2 di perut udah mengais2 pengen segera ‘fine dining’ hahahahaa *gayaaa!!*… Peduli amat deh foto2, yg penting makan duluuu… wkwkwkwkwkkk…

Tapi ga apa2 lah yaaa…. Pegang teguh janji iman, mau balik kesini lagi…. *soon and very soon, amiiinnnnnn*

Kami ga banyak lagi ngider2 di Luxembourg.. Secara gitu beberapa highlight kota mesti dinikmati sambil berjalan kaki.. Ga mungkin banget kami jalan kaki dgn kondisi saya yg dorong2 strollerKaela, dan Naya yg dikit2 nagging ke ayah minta digendong krn capek… Tetap kembali lagi keingat janji iman, ke Luxembourg aku kan kembaliiii iii iii iiiiiiii *nyanyi ala Koes Plus*

Oia, kalo berkunjung ke Luxembourg, jangan lupa aji mumpung bensinnya yaaa…. Harga bensin di Luxembourg super murah. Termasuk yg paling murah di Eropa. Perbandingannya, kalo di Belanda seliter 1,70euro, di Luxembourg dapet 1,30euro. Mayaan kaaannnn…..

Ok deh kalo gitu…. Selamat ngider2 Luxembourg yaaaa…..

Much Love,

.: bunda NayLa :.

 Koleksi lengkap foto2 di Luxembourg bisa dilihat disini

Luxembourg city

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s