Phantasialand, Jerman

Beberapa waktu ini kami lagi senang-senangnya mengajak krucil jalan-jalan ke park…. Selain karena ingin ‘membunuh’ ketakutan si abang sama mainan, juga mumpung abang masih gratis ‘entrée’ nya…hehehe….

Ada yg bilang, mereka kan masih 2 tahun, ngapain dibawa ke pretpark.. Sayang duitnya….Well, buat kami pribadi yaa, main ke pretpark bukan sekedar memuaskan keinginan main anak-anak… Main di pretpark merupakan salah satu dari sekian banyak cara membentuk bonding yang kuat dengan anak. Selain mendapat kenangan-kenangan yang ‘silly and funny’, yang paling penting, khususnya buat si noni yang masih kecil, membuka ‘mata’ dia akan warna, keriuhan suara, dan segala macam bentuk yang mungkin tidak dia dapatkan di rumah… So this trip was not about them (‘coz I think they won’t remember it later, anyway), but about us creating good memories with them….

Pilihan jalan-jalan kali ini jatuh ke Phantasialand. Mengapa kesana?? Karena saya penasaran banget sama park yang satu ini. Dari mbah Google saya dapat bisikan kalo park ini merupakan park favorit Michael Jackson di Eropa, dan merupakan park terbaik di Eropa untuk kategori taman main ber-tema. Hmm…. kayaknya yang semangat banget mau pergi si bunda nihh hahahahahaaa…. Ya eyalaaahhh….. Mereka kan mana ngarti yang begini-beginian… Ke speeltuin deket rumah aja udah seneng…wkwkwkwkwkkkkk…..

Setelah sempat beberapa kali tertunda gara-gara cuaca dan krucil yang tiba-tiba sakit, puji Tuhan banget (ihh lebay hahaha) Selasa kemarin akhirnya kami jadi juga main ke Phantasialand. Kenapa Selasa??? Karena awalnya kami berpikir bahwa weekdays pasti park lebih sepi dibanding weekend.. And guess what???? Ga jugaaaaa…….. huuuuuu sebelnyaaa….. Mungkin karena sekarang masih musim liburan kali yaa….

Saya review mulai dari parking lot nya yaaa…

Karena ayah yang mules-mules, jadinya kami baru bisa berangkat dari rumah sekitar jam 11-an. Perkiraan tomtom kami tiba sekitar 1 jam 34 menit setelahnya.. Kebayang dong how kesel I was waktu itu…hehehee…. Tiba disana, parkiran section Berlin (depan pintu masuk utama) sudah full. Memang areal parkir itu tidak begitu besar, tapi strategis karena letaknya tepat di depan pintu masuk utama park. Kami lalu menuju section Mystery, karena ada areal parkir juga disana. Surprise banget.. Tempat parkirnya full. Padahal arealnya sebesar kira-kira setengah Goffert park Nijmegen… Pikir kami, aahh mungkin karena lokasinya cukup deket juga sama park kali ya, jadi orang pada rebutan parkir disini (selain di section Berlin tadi). Lalu dengan petunjuk petugas parkir, kami di arahkan ke section China Town. Arealnya sama juga, segede setengah Goffert park Nijmegen. And you know what??? Penuh jugaaaaa…. Aaahhhh….. Adrenalin mau naik aja nih… Rasanya pengen ngomel.. Ini orang-orang emang pada ga punya kerjaan yaa??? Koq hari Selasa begini pada menuh-menuhin park siihhh….

Untungnya Tuhan baik… Persis di dekat gate masuk section China Town, kami dapat 1 spot yg free… Mujizat banget deh rasanya, karena ditengah-tengah area yang penuh mobil, eh ada satu nyempil yang free… hehehe…

Phantasialand adalah sebuah taman bermain yg dibagi dalam beberapa section, dan tiap-tiap section didesain sesuai dengan tema; Fantasy, Africa, Berlin, Mexico, Mystery, dan China Town.

Kami mulai ‘pengembaraan’ dari China Town. Begitu masuk, saya tiba-tiba berasa kayak sedang berada di Cina. Baik desain maupun arsitektur section ini benar-benar total mengangkat suasana Cina. Bahkan gerobak-gerobak makanan juga tersedia disana. Kalo ga ada bule-bule yang wara-wiri, saya pasti berasa sudah di Cina hahahahaa…. Kami lalu mencoba bakmi goreng ala salah satu gerobak itu. Lumayan juga rasanya. Walaupun kokinya bule Jerman dan (sepertinya) Turki, tapi rasanya cukup ‘Asia’ untuk lidah kami.

Dengan waktu jelajah yang ‘tinggal’ setengah harian dengan 2 krucil batita yang kadang-kadang nagging, jadi kami berjalan tidak mengikuti pola peta lagi. Yang penting jalan aja pokoknya… Biar efisien, kami memutuskan untuk tidak mengeksplor China.. Ya eyalaahhh…  We are Asian!! What else to explore….hahahahahaaa…;). Akhirnya kami berjalan lurus dan end up di Colorado Adventure. Ride ini didedikasikan untuk Michael Jackson. Makanya namanya Michael Jackson Thriller Ride. Saya liatnya bingung gitu.. Apanya ride ini yang berhubungan sama MJ ya… Soalnya ride ini ‘hanya’ sebuah roller-coaster versi light, kurang lebih mirip yang di Dufan tingginya. Anehnya, walau tak spesial tapi di atraksi ini kami malah agak lama menghabiskan waktu. Soalnya si abang suka banget sama train, dan roller-coaster ini merupakan kereta bermaterial kayu. Benar-benar bikin si abang mesmerized jadinya

Lalu kami end up di Africa.. (jauh yaa perjalanan kami, dari China ke Africa heheheee). Rada deg-degan juga saya berjalan di sepanjang aisle Africa ini… Soalnya section ini benar-benar sangat ‘Africa’. Dengan sayup-sayup lagu Africa yang sangat ‘mambo jambo’, mata kita disuguhkan dengan segala macam ornamen dan pernak pernik yang ‘Africa’ banget, mulai dari patung-patung wajah totem sampai gelantungan tulang belulang binatang… Wahhh pokoknya it’s so Africa dehh… Tapi di tempat ini si abang enjoooyyy banget. Di bagian Djembe, tersedia banyak tetabuhan asli Africa. Karena si abang demen banget sama drum, Djembe jadi semacam playground buat dia… He was enjoying it to the max…

Lagi menikmati abang menabuh drum, tiba-tiba kami dengar teriakan histeris… Waahhh ternyata di dekat situ letaknya ride yang sangat terkenal yaitu Black Mamba… Duuhhh serius deh… Kami aja yang nonton ngeri en ‘ikut’ berdebar-debar.. Gimana yang naik yaaa… Tapi kalau kalian pecinta ride yang menguji adrenalin, bisa dipastikan kalian bakal enjoy naik Black Mamba ini (certainly not me!!!).

Berseberangan dengan Black Mamba, ada ride yang juga ga kalah ‘menyeramkan’. Tapi saya ga bisa recall namanya. Yang jelas modelnya kayak tornado di Dufan… Hanya bedanya, yang disini suasananya dibuat ‘magis’ dan mencekam (pake semburan api segala lhooo heheheheee)

Lalu kami pun tiba di Berlin. Disini saya merasa seperti sedang melompat lorong waktu, memasuki Berlin di tahun 1940an.

Ambience nya bener-benar ‘dapat’ banget… Bukan hanya arsitektur gedung-gedung yang ada disitu, tapi suasananya pun diciptakan agar kita seakan-akan berada di Eropa di tahun lawas. Melalui pengeras suara terdengar lagu-lagu pop klasik yang model iramanya persis seperti lagu-lagu riang ala film Shirley Temple yang sering saya tonton (hahahaaaaa bunda seleranya lawas euy). Lalu disana sini mondar mandir orang-orang yang berpakaian ala Fräulein. Lagi asik-asiknya menikmati, tiba-tiba muncul seorang Herr yang menggenjot sepeda lawas, yang roda depannya besar dan tinggi, dan roda belakangnya kecil mungil. Duuhhhh…. Saya sungguh berasa seperti masuk Quantum Leap deh wkwkwkwkkk…. (eh tapinya khusus sepeda yang ini, roda belakangnya dibuat 2, kiri dan kanan. Sepertinya biar si Herr wannabe itu tidak jatuh..hahahahaaa….)

Oia, di setiap section pasti bakal ketemu orang-orang berkostum seperti ini. Kalau berpapasan, jangan segan untuk foto bareng yaaa… Mereka seneng banget diajak berfoto, dan pastinya, GA BAYAR !!! wkwkwkwkwkwkwkkkk…….

Anyway, di section Berlin ada satu atraksi yang terkenal, namanya Maus au Chocolait. Saya dan abang pun ikutan antri.. Penasaran pengen tau seberapa ‘hebat’ mainan ini sampai-sampai terkenal banget di seantero Phantasialand ini ;)

Jiaaaahhh…. Antrinya 1 jam, ternyata ‘cuma’ buat nembakin tikus-tikus nakal *animasi* pake senjata coklat *animasi*, selama 5 menit-an. Cape deeee….. Tapi tetap worth it lah buat saya, karena si abang sangat menikmati permainan ini. Malah pas selesai main dia langsung teriak “babaaahhh!!!!!!” (tambah, maksudnya hehehee). Sebagai gambaran, ruang antrian Maus au Chocolait ini di dekor ala pabrik kue, lengkap dengan dekorasi bahan-bahan kue, cetakan-cetakan kue, dan resep-resep kue dan tart. Nah ini nih yang lucu.. Sambil ngantri, para ortu sibuk motoin resep-resep yang dipajang di dinding. Saya sih jelas tidak tertarik… Bukan kenapa-kenapa, tapi karena resepnya dalam bahasa Jerman. Saya mana ngertiiii hahahahhaaa….. Tapi saya demen banget ngeliatin itu cetakan-cetakan yang bergelantungan di dinding… Duuhhh beli dimana yaaa… Cakep bangeeeeddhhhh……

Dari Berlin kami ‘terbang’ ke Fantasy land. Saya seperti sedang berada di negeri antah-berantah deh.. Dengan petugas-petugas park yang berkostum ala Rubeus Hagrid (versi bersih dan ramping, tentu saja wkwkwkwkkk), dilengkapi dengan arsitektur yang sangat ‘whimsical’, tempat ini bener-benar dunia Fantasi buat saya… Melihat orang-orang yang berkostum ala peri, saya tiba-tiba jadi ingat Nirmala dan Oki.. hihihihihiiiii……

Khususnya di section ini, jangan sampai tertipu yaa… Banyak ride (baik yang ditujukan buat anak remaja dan ortu, atau permainan-permainan untuk batita), yang tempatnya tersembunyi di dalam ruangan. Jadi jika kesini, make sure untuk menjelajah sampai kedalam tower/ruangan….

Kami tidak mengunjungi Mexico, karena sedang dalam perbaikan dan perluasan, dan dibuka selengkapnya tahun 2013 nanti. Kami juga tidak mengunjungi Mystery, karena waktu kami terbatas sekali. Kebetulan dari beberapa hari sebelumnya kami sudah terlanjur reserve makan malam di restoran Zambessi (terletak di hotel Matamba,section Africa) jam 6 sore. Jadi kami harus segera cabut dari Fantasy land kalau tidak mau telat sampai di resto. Btw, saya review resto ini di postingan berikutnya yaaa….

Untuk urusan logistik perut, jangan takut kelaparan. Banyak stal makanan dan resto yg tersedia disana. Kalau mau bawa bekel dari rumah juga tidak apa-apa. Ukuran rantangan juga, silahkan aja.. Jangan takut pegel, karena ada gerobak kecil buat naroh coolbox atau rantang bawaan dari rumah hehehehee…. Tapi untuk makan gaya Indo piknikan (4 sehat 5 sempurna lengkap), agak susah nyari tempat yang ‘cocok’ buat ngegelar. Tapi bukan berarti tidak ada yaa. Nih saya kasih tau. Di sudut deket Fantissima, ada tersedia Picknick Platz. Jangan bayangkan tempatnya luas buat piknikan yaaa.. Tempatnya kecil banget, hanya 2 meja bundar berukuran sedang, kalau saya tidak salah ingat. Tapi lumayan secluded. Jadi nyaman banget buat ngegelar makanan Indo yang beraroma ‘kuat’… hehehehee….

Oia, tips dari saya, jangan lupa bawa persediaan minuman yang cukup. Soalnya harga minuman botol (coke, fanta, mineral,dll) yang dijual di gerobak minuman disana harganya 3euro/botol… Duuhhh money-sucker banget yaaaa….. :p

Kami akhiri kunjungan kami di Phantasialand dengan menonton pertunjukan Pirates in 4D di Berlin. It was reaaaalllyyyyy a nice closing to our trip in Phantasialand. Kalau berkunjung kesini, jangan lewatkan nonton ini yaaaa…..

Selain kelebihan-kelebihan yang saya papar diatas, pastilah park ini ada kekurangannya juga. Menurut saya sih, ada beberapa atraksi yang konsepnya bagus tapi implementasinya kurang. Misalnya Hollywood tour. Dari penjelasan atraksi di depan pintu, saya langsung excited dan high expectation. Eh begitu masuk, ternyata tidak jauh lebih bagus dari Istana Boneka Dufan… Capee deeee……

Begitu juga dengan tempat bermain khusus batita yang terletak di depan Fantissima. Mungkin karena letaknya di dalam gedung kali ya, jadi suasananya suram dan remang-remang. Menurut saya sih, karena ini sarana khusus batita, jadi sebaiknya diberi lampu berwarna-warni dan terang. Begitu juga dekorasinya harusnya ‘ramai’ dan eye-catchy. Namanya juga buat batita…

Tapi yang jelas, secara overallPhantasialand is one of the top parks to visit, imhoNo wonder park ini merupakan the best theme park in Europe (katanya siihh… katanya… hehehee…). Walaupun secara size tentu saja masih kalah besar dibanding Disneyland, tapi saya sangat terkesan dengan park ini. Konsep yang ada di setiap section, dibangun dengan sangat baik dan serius. Pengunjung bukan hanya bisa menikmati atraksi permainan yang ada, tapi juga terhibur dengan kenikmatan suasananya juga.

Kami pastinya berencana akan kesini lagi. Tapi tentu saja kalau krucil sudah cukup besar untuk menikmati permainan lebih banyak lagi. Harga tiket masuk lumayan ‘standar’, 38,50euro untuk dewasa dan 18euro untuk anak umur 4-11 tahun. Tips dari saya sih, kalo mau beli tiket park ini, atau ke park mana saja, sebaiknya beli secara online. Karena biasanya beli online lebih murah daripada membeli on-spot.
Dan menurut saya (menurut saya lhoo… kalo ga setuju jangan marah hehehe..), park ini kurang seru dinikmati hanya dalam sehari visit. Kita bakal ‘tergopoh-gopoh’ menjelajah setiap section, dan pasti tidak dapat menikmati seluruhnya. Ambil waktu 2 hari bermain sambil menginap semalam di hotel Matamba atau Ling Bao, pasti lebih maksimal kenikmatannya.

Atau kalau memang hanya berencana untuk trip sehari saja, usahakan sudah prepare dulu di rumah, atraksi apa saja yang mau dikunjungi/dinikmati. Karena trust me, 1 hari itu kurang lhoo, apalagi masih plus ngantri yang kadang-kadang panjangnya kebangetan… Oia, dan satu hal lagi yang paling penting kalau pengen menikmati park ini dalam sehari visit: DATANG PAGI-PAGI !!! ^_____^

Ok deh kalo gitu… Selamat bermain di Phantasialand yaaaa…. ^______^

Much Love,

.: bunda NayLa :.

China Town

Africa

Berlin

Fantasy

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s