Pengalaman transit 18 jam di Dubai

18 jam transit di Dubai, enaknya kemana ya..??

Jika melihat informasi yang tersedia di alam maya internet, ada begitu banyak tempat pariwisata yang layak dikunjungi di Dubai. Dengan banyaknya pilihan yang tersedia, hati begitu maruk rasanya, ingin kesini juga kesana.. Tapi tentu saja hati dan logika harus seimbang. Dengan menggandeng krucil yang kadangkala nagging minta digendong, dan dengan panjangnya daftar to-visit list yang ada di note saya, manalah mungkin semua terkunjungi hanya dalam 18 jam transit. Apalagi dengan kekuatan tubuh yang mulai lowbatt setelah menempuh perjalanan udara kurang lebih 8 jam dari Jakarta bersama duo batita ini. Sebuah istirahat tidur yang memadai merupakan suatu charger fisik yang tidak bisa ditawar lagi.

*****

Kami tiba di Dubai sekitar jam 2 siang. Sayang sekali yaa… Sepertinya kami ‘kehilangan’ setengah hari kesempatan menikmati Dubai.. Setelah urusan keimigrasian selesai, kami bergegas menuju hotel untuk check-in dan freshen-up, dengan mengambil taksi yang ada di depan airport. FYI, argometer taksi bandara TIDAK dimulai di angka 3.50 Dhs (mengacu pada cerita sebelumnya: Transit di Dubai)

Call us nerd couple!! Kami merupakan pasangan yang gemar menganalisa sesuatu, bahkan berlebihan ;). Mengingat waktu kami di Dubai ‘hanya’ 18 jam, slot waktu tersebut menurut kami harus terbagi sebagai berikut: 1-2 jam untuk urusan keimigrasian di bandara, 6-7 jam harus dialokasikan untuk istirahat tidur malam (penting buat anak-anak agar mereka punya energi cukup untuk perjalanan 6 jam menuju Amsterdam besok hari), lalu sisanya adalah untuk jalan-jalan. 9 jam yang tersisa ini, masih harus kami bagi lagi menjadi: 3 jam untuk menikmati siang di Dubai (karena kami landing sekitar jam 2-an), dan 6 jam menikmati malam. Tentu saja slot waktu malam hari tidak mungkin terpakai dengan optimal, mengingat kami adalah family traveler dengan batita dalam gandengan… ^____^

*****

Hotel kami terletak di daerah Deira. Secara gampangnya, kami jalan-jalan saja di seputar hotel menikmati kawasan Dubai Creek yang terkenal itu, dan Bastakiya Quarter. Tapi maklumlah, ini pengalaman pertama kami injak kaki di Dubai. Dari itu kami lebih memilih melihat gedung-gedung yang TERkenal sebagai ikon kota Dubai. Untuk nyamannya perjalanan, kami menyewa taksi. Ingat info saya di tulisan kemarin, bukan? Pilihan ada di tangan anda, mau cepat atau mau murah…hehehe.. ^___^

*****

Suami saya begitu ingin menikmati gedung Burj Al Arab, dan saya begitu ingin berfoto di pasar tradisional Dubai. Jalan keluarnya..? Kami ke Madinat Jumeirah!

Madinat Jumeirah merupakan suatu kawasan resort yang terkenal di Dubai. Disini terdapat dua resort berbintang yaitu Al Qasr dan Mina A’Salam. Kedua hotel ini dipisahkan oleh sebuah sungai buatan, dan dihubungkan oleh jembatan. Tersedia abrar untuk para wisatawan yang ingin ‘mengarungi’ sungai buatan tersebut. Di sepanjang pinggiran sungai, terdapat beragam kafe dan restoran. Tapi jangan tanya saya harganya. Saya tak berani melongok kedalam. Takut kena charge… Namanya juga di kawasan berbintang… :p

Kompleks kawasan Madinat Jumeirah ini sungguh cantik dan eksotis. Apalagi dari pinggiran sungai, kita bisa menikmati kemegahan Burj Al Arab yang terkenal itu. Panorama lepas sungai yang lebar, membuat kita bisa menikmati Burj Al Arab dari sisi manapun kita berdiri. Tapi tentu saja, untuk sebuah lanskap fotografi, anda kudu mencari angle yang tepat 😉

IMG_2039-wm-2

IMG_2013-wm

Di dalam kawasan Madinat Jumeirah, terdapat kompleks perbelanjaan tradisional bernama Souk Madinat Jumeirah. Kompleks belanja ini sesungguhnya merupakan kawasan perbelanjaan modern tapi didesain ala pasar tradisional Dubai. Begitu menyenangkan untuk sekedar jalan-jalan, cuci mata, dan photo-hunting disana……

IMG_2032-wm

*****

Setelah puas menikmati Burj Al Arab dari kejauhan, dan “kijken kijken niet kopen” di Souk Madinat Jumeirah, kami melaju ke Downtown Dubai untuk melihat dari dekat gedung TERtinggi di dunia; Burj Khalifa….

Atas saran beberapa blog perjalanan, kami membeli tiket masuk Burj Khalifa secara online. Memang benar, harga tiket ketika membeli on spot dan harga membeli online, cukup jauh perbedaannya. Tiket online dipatok seharga 125 Dhs, sedangkan membeli langsung ditempat harganya adalah 400 Dhs (Info lihat disini.)

Karena membeli tiket secara online adalah seperti melakukan reservasi kedatangan, maka kami diharuskan menetapkan tanggal dan jam berkunjung. Kami memilih jam setengah 5 sore, dengan asumsi kami bisa leyeh-leyeh disana hingga sunset tiba. Ternyata saya baru tahu belakangan, bahwa lamanya pengunjung di puncak Burj Khalifa dibatasi hanya 30 menit. Ahhh…. tahu begitu kami ambil tiket jam 6 sore… Next time better…. ^____^

IMG_2058-wm

…Pintu masuk Burj Khalifa letaknya di dalam Dubai Mall…

Burj Khalifa memang sungguh bangunan yang luar biasa… Sangat pantas menjadi ikon sebuah kota megapolitan. Dimulai dari lift yang membawa pengunjung ke observation deck, kita sudah dibuat terperangah oleh kehebatan teknologi yang ada. Pengunjung dibuat seolah-olah sedang berada di dalam lift yang melaju cepat hingga ke luar angkasa. Tercatat, lift Burj Khalifa ini merupakan lift TERcepat di dunia, yang membawa kita dari lantai 0 hingga ke lantai 124 dalam waktu sekitar 60 detik.

Saya sejujurnya merupakan orang yang takut ketinggian. Pengalaman saya pertama kali mengunjungi gedung pencakar langit adalah ketika mengunjungi Empire State Building. Dan itu adalah pengalaman yang sungguh sangat tidak menyenangkan. Karena itu, foto diri saya tidak banyak disana. Kalaupun ada, dengan raut yang pucat karena takut :(.

Ketika berniat mengunjungi Burj Khalifa, saya sempat ragu untuk naik ke atas. Saya takut tiba-tiba pusing, atau punya foto yang tidak ‘decent’. Suami saya menguatkan bahwa alles komt wel goed, semua akan baik-baik saja. Saya sudah panas dingin di dalam lift. Apalagi karena di dalam lift dibuat seolah-olah kami terbang tinggi terangkat menuju angkasa luar. Saya mulai panik dan sesak nafas. Ketika pintu lift terbuka dan kami keluar, surprisingly, saya merasa lega dan tidak ketakutan. Tidak ada istilah gemetar lutut ketika berdiri di pinggir deck dan menatap pemandangan kota di bawah. Tidak ada istilah pucat pasi, mual dan mules karena takut gedungnya roboh… Saya tidak tahu, entah saya yang selama ini terlalu terintimidasi rasa takut yang berlebihan, atau Burj Khalifa yang memang dirancang dengan ‘sistem kenyamanan’ bintang 5. Tapi yang jelas, saya begitu nyaman ada di puncak gedung tertinggi ini, hingga lupa bahwa 30 menit sudah berlalu beberapa menit yang lalu….hehehe…..

IMG_2100-2-wm

IMG_2116-wm

*****

Dari Burj Khalifa, kami setengah berlari menuju pintu keluar untuk menikmati Dubai Fountain. Kami harus berlari, karena pertunjukan dimulai sesaat lagi. Kami tidak mau menunggu pertunjukan selanjutnya, kira-kira setengah jam lagi….

Pertunjukan air mancur ini, kurang lebih sama konsepnya dengan air mancur musikal yang ada di Las Vegas. Hanya, Dubai Fountain merupakan air mancur musikal yang TERtinggi di dunia karena semburannya menjangkau hingga setinggi gedung 50 lantai. Lucu juga melihat air mancur ini yang meliuk-liuk mengikuti irama padang pasir, seperti seorang penari perut sedang menari hehehe….

IMG_2152-wm

IMG_2139-wm

*****

Selesai menikmati Dubai Fountain, kami pun masuk lagi ke Dubai Mall untuk menikmati pusat perbelanjaan TERbesar di dunia ini. Bukan basa-basi kalau Dubai Mall merupakan mal terbesar di dunia. Tercatat ada sekitar lebih dari 1200 toko di dalam mal ini. Belum lagi ukuran setiap toko yang sangat roomy. Jadi jangan bermimpi bisa mengitari mal ini dalam sekali visit. Dan hati-hati, kemungkinan tersesat disini sangat besar. Untung kami berjalan bersama pak supir taksi yang bersedia menjadi tour guide kami. Kalau tidak, kami bingung mencari mana pintu exit menuju ke parkiran….

Karena kami bukan traveler dengan shopping spree, maka tentu saja mal bukanlah merupakan tempat tujuan yang ultimate buat kami. Tapi dengan embel-embel mal TERbesar di dunia, kami tentu saja tidak ingin ketinggalan mengintip ‘kehebatan’ mal ini. Selain untuk mengunjungi Burj Khalifa, di dalam Dubai Mall kami pergunakan waktu untuk rehat sejenak di sebuah cafe untuk mengganjal perut, sembari cuci mata menikmati riuhnya suasana, lalu menuju Dubai Aquarium & Underwater Zoo yang letaknya di dalam Dubai mall ini. Kami memutuskan tidak masuk ke dalam Underwater Zoo karena krucil mulai nagging kelelahan, sementara kami masih banyak maunya, ingin melihat-lihat Bastakiya…. Ahhh…dasar orangtua yang aneh hahaha…..;)

IMG_2192

IMG_2184

*****

Kami melaju ke kawasan Deira Creek, untuk menikmati souk tradisional Dubai. Deira dan Creek merupakan kota pelabuhan tertua di Dubai. Karena hari menjelang magrib, lampu-lampu menambah cantik pemandangan sepanjang sungai. Sayang sekali anak-anak sudah tepar di mobil. Padahal saya ingin sekali naik abrar membelah sungai ini sambil photo-hunting Deira Creek di waktu malam…

Mungkin karena ini adalah kota pelabuhan, maka pusat perbelanjaan tradisional pun letaknya di kawasan ini. Souk di Dubai terlokalisasi menurut jenisnya. Untuk gold souk dan spice souk, terletak di daerah Deira. Sedangkan untuk textile souk, letaknya di kawasan Creek. Tips pak sopir, berbelanja disini harus berani menawar harga. Jadi kalau tidak mau rugi, jurus tawar menawar khas mangga dua harus dikeluarkan 😉

IMG_2209-wm

IMG_2198-copy

*****

Kami tutup perjalanan transit kami di Dubai, dengan sebuah makan malam harga biasa ukuran luar biasa, di Maskoof…

[deBagpacker]

Klik foto, untuk melihat album Dubai saya secara lengkap.
Klik foto, untuk melihat album Dubai saya secara lengkap.
Advertisements

17 Comments Add yours

  1. Sis says:

    Halo salam kenal
    Mau nanya kalau sewa taksi buat keliling dubai 10jam, kira2 berapa euro ya, thx a lot

    1. Halo juga Sis… makasih ya udah mampir, en salam kenal juga…
      Mohon maaf saya ga bisa kasih rate yang pasti. Tapi utk sekedar gambaran, kami bayar sekitar 450 dirhams utk taksi yg kami pakai sekitar 6 jam. Harga tsb sdh termasuk tip buat pak sopir yg jadi tour guide kami selama 6 jam tsb. It’s not cheap, I think, but it’s all worth it….
      Semoga info ini membantu ya Sis…
      Salam,
      de[Bagpacker]

  2. Sis says:

    Baru ketemu lagi blognya, thx berat ya infonya sangat membantu,bln depan mau mudik soalnya hehe

    1. sama-sama…hehe… selamat mudik yaaa… 🙂

  3. Bunda.NayLa, waktu itu sengaja lama di Dubai atau memang begitu jadwal penerbangannya? 18 jam wow lama sekali transitnya. Saya pengen ke Indonesia, pas lihat jadwalnya transit 11 jam, ga jadi beli tiket :lol : . Nah itu visa dan hotel dikasih maskpai atau bayar sendiri bun?.

    1. Dear Nella,
      waktu itu kami memang sengaja ambil durasi transit paling lama. Soalnya emang udah diniatin mau mampir ke kotanya. Durasi transit paling cepet kalo ga salah 2 jam-an gitu deh.. Tapi nambah ekstra 100an euro.
      Visa mesti diurus sendiri. Tapi ga susah, asalkan pake maskapai Etihad atau Emirates. Kalo hotel, sayangnya bayar sendiri hehehe… Emirates cuman mau ngasih hotel gratis kalau dalam 11 jam tersebut tidak ada satupun penerbangan ke destinasi yang kita tuju. Masuk akal sih.. Iya ga..hehehee… ^____^

      1. ghazyan says:

        Wah tulisannya informatif dan sangat membantu. Mbak kalo transit 13 jam di Dubai, Emirates sediain penginapan gratis gak ya??

      2. Halo Ghazyan, maaf baru di-reply komennya…
        Sejauh yang saya tau, Emirates tidak menyediakan penginapan gratis. Penginapan disediakan hanya pada kondisi dimana penumpang harus transit lama, dan selama jam transit tsb tidak ada penerbangan alternatif ke kota tujuan.

        Salam 🙂

  4. sahilakpop says:

    Kalo disana makanan2,kebanyakan halal ga?

    1. Harusnya sih begitu kali yaa …. Saya ga sempat mencoba restoran2 yg berpotensi menyediakan makanan tak halal (misalnya resto Cina)…

  5. bebe' says:

    Omg foto2nyaaaaaaaa… Kereeeeeeen..
    Jadi nyesel kemarin ga ambil transit lama sekalian. Lumayan juga bisa keluar sebentar gitu

    1. Wah sayaannngg…. hehehe…. Next time kalo mudik via Dubai, jgn lupa mampir… Lumayan kan, sekali bayar tiket, 2-3 tempat terlampaui hahhahaaa… ^____*

  6. Hi Patricia… Nice info nih trip 18 jam nya.. jadi kepengen.. hehehe… sy plan transit di Dubai 18 Jam juga pake Emirates.. Landing jam 13.30 dan nyambung lagi ke AMS besoknya jam 08.20.. mo nanya2 doong:
    1. Dengan kondisi connecting flight yang keesokannya.. apakah WAJIB booking hotel di Dubai untuk dapetin visa UAE via Emirates?
    2. Klo ternyata ngga perlu bookingan hotel.. apakah memungkinkan istirahat dan menunggu di Airport Dubai?

    Thanks yaa info n reply nya… maklum ‘budget’ treveller… hehehe…

    Cheers,

    Armi

    1. Hai Armi… Ga wajib koq booking hotel.
      Istirahat di airportnya sih mungkin, cuma IMHO kurang begitu menyenangkan… Kursi buat selonjoran jg terbatas jumlahnya, jadi siapa cepat dia dapat… Tp tentu sj poin ini subjektif yaa tergantung penilaian dan selera masing2… Thn lalu sih kondisinya msh bgtu.. Siapa tau thn ini armada kursi selonjoran udah bertambah hahahaa 😉
      Mungkin krn aku bawa 2 krucil kali jd merasa agak ga nyaman nunggu di airport. Klo solo traveler mungkin oke2 aj hehehee…
      Anyway, saran aku sih go out and explore… Jgn buang2 wktu di airport hehehee…
      Selamat jalan2 yaaaa

      -Patricia-

  7. nice share, Patricia.

    btw, itu ngurus visanya gimana ya kalo flight pake emirates?
    ada biaya tambahan nggak? kisaran berapa kira2 kalo ada?
    biar bisa dipersiapkan sekalian, 😀

    thanks,

  8. nice share, mbak Patricia

    btw, kalo pake emirates cara ngurus visanya untuk transit ini gimana mbak? apakah ada biaya tambahan untuk ini? mohon info, ini newbie nyoba pengen jalan2 soalnya :p 😀

    thanks,

    1. Halo mba… Maaf saya baru baca pesannya… Punten yaa, akhir-akhir ini saya jarang nge-blog. Saya lamar visa melalui link yang ada di website emirates. Ini saya sertakan linknya emirates untuk pengurusan visa, sekalian disitu juga mba bisa lihat harganya. Sukses ya mbaa!
      Salam,
      -Patricia-
      Visa UAE via website Emirates

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s