Scrooge Festival, Arcen

Karena tahu saya sedang mulai menggemari fotografi, seorang kolega kantor suami memberi tip tentang sebuah festival natal di Arcen yang sangat picturesque. Tapi sayang tip tersebut datang agak terlambat. Festival tersebut keburu selesai. Ini terjadi setahun kemarin…

Desember ini, festival tersebut menduduki peringkat pertama tempat wajib kunjung kami. Festival natal di Arcen ini bukanlah sebuah festival natal biasa. Karena itu saya dan keluarga begitu excited mau kesana. Bukan hanya semata karena saya sedang gemar-gemarnya hunting foto, tapi juga karena sebuah alasan sentimentil masa lalu.  Saya seorang penggemar berat dongeng klasik. Dan dongeng Christmas Carol karya Charles Dickens merupakan salah satu dongeng favorit saya. Festival natal di Arcen ini mengadopsi setting cerita Charles Dickens dalam penataannya. Nuansa pasar kota di tahun 1850, didukung dengan karakter-karakter berbusana tipikal tahun tersebut, mengangkat cerita dongeng Christmas Carol menjadi sebuah imajinasi nyata. 
Mungkin sebuah ungkapan yang sedikit berlebihan, tapi saya senang menyebutkan bahwa hadir di festival ini seperti sedang membaca buku pak Dickens dalam empat dimensi.
Sekedar memberi sedikit gambaran, suasana pasar kota tersebut riuh dan gaduh dengan bermacam-macam jenis manusia dan profesinya pada jaman itu. Ada sekelompok anak-anak pembersih cerobong asap, bapak baya pengendara sepeda antik (yang tentu saja belum termasuk kategori antik pada saat itu), dokter gigi keliling, pembersih sepatu keliling, palanquin yang diusung 4 pemuda ganteng dengan seorang wanita bangsawan di dalamnya, beberapa wanita penyapu jalan, dua janda yang ‘tugas’nya meratap sepanjang jalan, dan lain sebagainya. Untuk semakin memperkuat suasana tahun 1800an, di pojokan lorong terdapat sekelompok wanita pekerja yang sedang mencuci baju, meremasnya, lalu menggantungnya pada seutas tali. Ada pula seorang anak kecil yang berteriak-teriak lantang menawarkan koran. Saya tertawa kecil. Menurut mereka itu sangat merepresentasi tahun 1800an. Mereka mungkin tidak sadar, di belahan dunia yang lain, bilang saja di Indonesia, hal seperti itu masih sangat biasa hehehehe…..
IMG_9244edit-copy
IMG_9367edit
IMG_9299edit-copy
Di bagian tengah areal festival ini, digelar sebuah pertunjukan drama tentang tuan Ebenezer Scrooge, tokoh sentral cerita Christmas Carol. Anak-anak menyenangi pertunjukan tersebut. Termasuk krucil saya. Selagi kami menantikan pertunjukan dimulai, seorang wanita dari keluarga muda yang berdiri di samping saya berkata bahwa festival seperti ini jauh lebih menyenangkan untuk anak-anak daripada sekedar pasar natal (christmas market) biasa. Saya sangat setuju dengan ibu itu. Di pasar natal, yang bisa dinikmati hanyalah bermain dan makan-makan. Tapi di festival Scrooge ini, anak-anak seperti menerobos pintu waktu, masuk ke dalam satu dunia baru yang selama ini hanya mereka kenal lewat buku atau film.
Walaupun saya dan keluarga merupakan satu-satunya (catat!! hahaha) pengunjung berkebangsaan Asia disana, tapi saya bisa bilang bahwa pengunjung festival ini cukup variatif. Maksud saya, yang datang bukan hanya melulu orang Belanda. Mungkin karena  posisi kota Venlo yang tidak jauh dari perbatasan, makanya ada juga pengunjung-pengunjung yang datang dari Jerman. Malahan di salah satu stal penjual roti sosis dan burger, para pelayannya saling berkomunikasi dengan bahasa Jerman. Saya bicara dengan bahasa Belanda terbatas, dijawab dengan bahasa Jerman yang fasih. Lalu saya beralih menggunakan bahasa Inggris dengan pede tingkat tinggi, tetap saja dibalas dengan bahasa Jerman fasih… Halaahh… hahahahaa……
Dalam dua kali kesempatan, saya berpapasan dengan beberapa keluarga yang berbahasa Inggris. Tapi saya terlalu sok tahu jika berkesimpulan bahwa mereka itu dari Inggris…hehehe….
Festival ini agak padat pengunjung, menurut saya. Tapi itu wajar, mengingat pusat kota Arcen berukuran tidak begitu besar, dan festival ini hanya digelar selama 2 hari setiap tahunnya. Para photohunter dan fotografer pun berjubel disana. Saya sebut photohunter, orang-orang seperti saya yang secara edukasi fotografi tidak punya tapi gemar menenteng kamera kemana-mana hahaha…. Dan tentu saja fotografer, kaum hebat dibidang fotografi. Perlengkapan kamera yang dibawa pun bermacam-macam bentuknya; mulai dari kamera dengan lensa pesek dan seadanya seperti saya, maksudnya lensa saya ;), hingga kamera dengan lensa mancung yang panjangnya mirip hidung pinokio, semua ada disana.
Saya dan keluarga masih belum puas menikmati festival ini. Kami bertekad kesana lagi tahun depan. Anda juga..?? Kita bertemu disana yaaa…..
Happy holidays !!! ^_____^
scroogefest2013-a
Advertisements

9 Comments Add yours

  1. Seru dan beruntung sekali bisa melihat langsung festivalnya 😉 . Kalau lihat foto-fotonya seperti jaman ratusan tahun lalu ya 😀 .

    1. PatriCia says:

      Iya seru banget festivalnya… di Jerman ada ga?? biasanya kan kalo natal orang Jerman lebih kreatif daripada org Belanda… hehe….

      1. Mungkin ada sih, tapi ga didaerah tempat tinggalku sini 😀 .

  2. istiadzah says:

    Aiih senangnya ada acara seperti ini. Seharusnya, di Indonesia pun bisa ya bikin macam begini. Kalau 17-an itu, kudunya jangan pawai. Tapi ya begini, jadi pengunjung yang nyamperin. Tapi ya bisa dipastikan penduduk Jakarta yg lebih besar bisa2 ga ketahuan mana pengunjung mana artist-nya. 😀 😀

    Mbak, foto2nya baguuuuus. :))))

    1. PatriCia says:

      iya bener ya mba… maunya di Indonesia klo 17an jgn pawai doang sama upacara bendera aja hehehehee… siapa tau besok lusa mas Jokowi sama ko Ahok bikin terobosan baru kalo 17an hehehee…

      makasih mba Isti…. foto2 mba juga bagus2…. ^_____^

  3. Feº A says:

    aduh senang ya, ada festival ginian…..belum pernah lihat

    1. PatriCia says:

      makanya kalo desember main kesini mba… hehehe… ^____^

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s