Mau Kemana di Budapest … ??

Banyak yang bisa dikunjungi dan dinikmati di Budapest. Website-website traveling sudah banyak menulis soal itu. Mulai dari Buda Castle Hill, Matthias Church, Fisherman’s Bastion, Hungarian Parliament, St. Stephen’s Basilica, sampai Heroes Square, you name it…, semua dengan lengkap diceritakan. Bahkan cerita-cerita tersebut dilengkapi pula dengan foto-foto pendukung yang luar biasa cantiknya.

Kalau begitu, saya mau cerita apa…???

Tulisan saya kali ini membagikan beberapa pengalaman dan impresi selama jalan-jalan di Budapest, sekaligus menekankan beberapa hal yang mungkin jarang disebutkan orang.  

Hanya di Budapest rasanya, walking-tour around the city with a tour guide, is FREE !! Seperti orang Indonesia lainnya, kami paling demen yang gratisan..haha.. !! Sayangnya karena sesuatu dan lain hal berhubungan dengan krucil, kami akhirnya balik kanan kembali ke hotel 😦

Tips:

Tur gratis ini hanya dibuat 2 kali setiap hari, pada pagi dan sore hari. Jangan lupa catat jam dan tempat berkumpul, biar tidak ketinggalan.

Saya mungkin termasuk kuno dan ketinggalan jaman, tapi serius, baru di Budapestlah saya melihat bis jenis amfibi haha!! Namanya River Ride atau Floating Bus, bis khusus untuk turis, yang bisa berjalan di air dan di darat. Hebat!!

*****

Seperti di banyak ibukota di Eropa, di Budapest ada pula ‘atraksi’ pergantian pengawal. Terus terang, sampai sekarang saya masih tidak habis pikir dimana nilai hiburan pertunjukan ini, selain wajah cakep para pengawal yang rasanya lebih cocok jadi pemain sinetron daripada pengawal istana… Pertama saya melihat yang begini di Kopenhagen, lalu kedua di Praha, dan ketiga disini. Sorry to say, I was, and still am not impressed…. Saya mending nonton marching band ABRI yang dulu sering ditayangkan oleh TVRI (haha!) daripada show pengawal yang, menurut saya lho, sangat ‘lucu’ dan membuat saya mengernyit (mungkin anda punya pendapat lain..??hehe)

Satu hal unik yang tidak boleh terlewatkan ketika menikmati Budapest adalah mencoba sistem transportasi kuno mereka. Kuno? Ya benar…Kuno… Namanya Metro Kuning, atau Yellow Underground, atau Millenium Underground. Menuju Heroes Square, selain metoda jalan kaki dan trem, saya sarankan untuk menggunakan metro kuning ini. Kereta bawah tanah ini bukan hanya kuno dari segi desain, tapi juga dari sistem pelayanannya. Jangan bayangkan membeli tiket lewat mesin. Tiket dibeli di kasir, dilayani oleh petugas yang duduk manis di dalam booth tiket yang sempit. Faktanya adalah bahwa metro kuning ini merupakan metro bawah tanah pertama yang dibangun di kawasan Eropa, di tahun 1896. Percaya atau tidak. Penumpang pertama metro kuning ini adalah kaisar Franz Joseph. Setiap peron di sepanjang jalur metro kuning ini pun didesain sangat ‘kuno’. Menarik!!

IMG_0411

Funicular

Selain metro kuning, naik funicular juga sangat layak dicoba. Menuju Buda Castle Hill, rasanya lebih ‘nendang’ jika menggunakan funicular. Tapi sayang, perjalanannya singkat sekali, hanya sekitar 2 menit kurang lebih. Untuk 3 euro tiket sekali jalan, dinikmati sesingkat itu, terasa agak tourist-trap menurut saya. Namun begitu, saya tetap tak menyesal naik funicular 😉

Kebanyakan website pariwisata Budapest menawarkan Budapest Card, dimana dengan kartu tersebut kita bisa menggunakan semua moda transportasi (kecuali taksi) secara gratis dalam tenggat waktu tertentu (24 jam, 48 jam, dan 72 jam), dan berlaku juga sebagai kartu diskon di beberapa tempat wisata, restoran, dan hotel. Pengalaman kami yang menghabiskan 4 hari di Budapest, kartu ini tak perlu. Hampir semua tempat wisata utama bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Saya bukan pejalan kaki yang baik. Anatomi kaki yang tidak sempurna membuat saya tidak mampu berjalan jarak jauh. Jadi, jika saya bisa, apalagi anda hehehee…

Kami pun tak tertarik mencoba kartu tersebut untuk alasan korting. Membawa dua krucil seperti NayLa, seberapa banyak museum yang mau dikunjungi, dan seberapa banyak restoran yang mau disinggahi..??

You do the math and make your decision, if this is worth your every penny or not… Just a friendly suggestion.. ^____^

*****

Jika anda termasuk penyuka cerita sejarah, dan punya sentimen yang begitu kuat dengan kisah pembantaian orang Yahudi masa lalu, jangan lupa kunjungi Holocaust Shoes Memorial yang terletak di promenade Danube sisi kota Pest.

Mungkin ini pemandangan yang tidak spesial, hanya sepatu-sepatu tak bertuan yang terpencar di sepanjang promenade Danube. Konon sejarahnya, ini terjadi ketika perang dunia II. Orang-orang Yahudi disuruh melepas sepatu mereka, dan ditembak di tepi Danube supaya tubuh mereka jatuh di sungai lalu dibawa oleh arus. Sepatu-sepatu hitam dari besi yang menempel di sepanjang promenade merupakan bentuk peringatan mengenang peristiwa yang menyedihkan tersebut. Sungguh ironis… Danube yang cantik bak seorang putri, dengan Buda yang menawan di tangan kanan dan Pest yang memikat di tangan kiri, ternyata menjadi saksi bisu sebuah peristiwa kelabu…. Duduk diam menatap sepatu-sepatu hitam sambil mencoba memutar imajinasi pada tahun itu, saya merinding… Ahhh perang sungguh kejam…

 IMG_3378edit

Salah satu gedung di Budapest yang sangat mencuri hati saya adalah gedung parlemen (Hungarian Parliament building). Konon sebagian gedung ini terinspirasi oleh istana Westminster di London. Kami beruntung mendapat hotel dengan kamar yang menghadap langsung gedung Parlemen dan sungai Danube. Itu makanya kami lebih betah diam di kamar hotel. Karena baik siang maupun malam, pemandangannya menurut suami saya, “…just perfect!” 😉

IMG_2843edit2

IMG_2814edit

Tips:

Bagi anda yang berencana ke Budapest dan sedang mencari-cari hotel, mungkin hotel Victoria bisa menjadi pilihan (alamat website saya taruh di bagian akhir cerita). Sebuah hotel bintang empat dengan harga bintang 3. Lokasi hotel ini sangat strategis karena berada tepat di depan sungai Danube, dikelilingi beberapa restoran  dan sebuah mini market yang terletak tidak jauh dari situ. Staf hotel, mulai dari resepsionis sampai staf F&B, semuanya ramah. Yang paling kami suka dari hotel ini, selain letaknya tentu saja, adalah sarapan pagi. Menu telur dibuat bermacam-macam, sesuai selera kita. Jika suatu saat ke Budapest, kami tetap berniat ke hotel ini lagi.

Banyak yang bilang bahwa jembatan Chain merupakan titik wisata paling terkenal di Budapest. Mungkin iya. Tapi dengan tidak mengurangi rasa hormat pada masyarakat Hungaria, saya pribadi masih lebih tertawan oleh keindahan jembatan Charles di Praha. Secara struktur dan desain, memang jembatan Chain sangat jempolan. Tapi saya lebih tertarik dengan jembatan Charles di Praha yang memiliki atmosfir dan ambiens yang romantis.. Tapi tentu saja ini hanya perbedaan selera saja. Personal preference is relative, right??

IMG_3062edit

Tips:

Banyak website jalan-jalan yang menyarankan naik kapal turis yang melintasi Danube untuk menikmati Buda dan Pest dengan maksimal. Saya tidak sepaham dengan itu. Prinsip saya, buat apa bayar kalau bisa gratis? hehe…. Menikmati Pest, khususnya gedung parlemen, paling maksimal (menurut saya!) dinikmati dari trotoar pinggir sungai depan stasiun Metro di sisi Buda (selain dari kamar hotel kami tentu saja hehehe). Menurut saya yang amatir dalam soal berfoto, kurang seru rasanya mengambil foto lanskap dari atas kapal yang sedang melaju. Di darat saja foto saya banyak yang buram karena tangan gemetar, apalagi di atas kapal hehehe….

Sedangkan untuk menikmati Fisherman’s Bastion dan Buda Castle, cukup duduk manis di promenade Danube di sisi Pest. Memandang kemegahan kastil dan kecantikan Bastion, berbungkus blanket berbahan flanel berdua, sambil menyeruput teh yang dibawa dari hotel (karena disekitar situ tak ada cafe hehe), so picturesque  rasanya hehehe… ^____*

Dalam kunjungan kami selama beberapa hari di Budapest, dari semua yang ditawarkan oleh Budapest, hanya satu yang tidak sempat (baca: tidak mau hehe) kami coba; mandi air panas, atau thermal bath. Thermal bath merupakan salah satu yang harus dicoba di Budapest, saran beberapa website traveling yang saya baca. Bahkan konon dipercaya bahwa thermal bathing di Budapest berfungsi juga untuk menyembuhkan beragam penyakit. Sumber mata air panas memang merupakan salah satu possession kebanggaan masyarakat Hungaria. Saya adalah orang yang paling senang dengan sauna dan hot bath.  Tapi mandi di tempat umum buat saya a big No!! Walaupun sepertinya sangat menarik, tapi saya agak tak berani. Membayangkan orang-orang setengah naked (dan nekad haha!) beramai-ramai kumpul dalam satu kolam sudah bikin saya merinding. Ini mah bukan penyakit sembuh, yang ada penyakit nambah (membayangkan saja sudah bikin saya garuk-garuk hahaha) ^______^

Melewatkan hari di Budapest tidaklah lengkap jika belum menikmati kelezatan kulinari Hungaria. Goulash…?? Tidak hanya itu! Bahkan bagi anda penggemar jajanan manis, Budapest termasuk surganya. Saya tulis di postingan berikutnya ya, cerita tentang kulinari Hungaria…

Note:

Alamat Hotel Victoria Budapest bisa dilihat disini: http://www.victoria.hu

IMG_3265edit

bagpacker-cremenavy 

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. Messa says:

    Deskripsi nya keren banget mbak Patricia. Tapi fotonya dikit banget 😀 Lalu Budapest itu dua kota yg disatuin namanya atau gimana, mbak?

    1. PatriCia says:

      Makasih Messa… Iya nih baru sadar, foto2nya dikit bgt…. hehehe… ^____^

  2. ekoandriyan says:

    yang jelas ini eropa
    😀
    I was expecting the report from Visegrad royal Palace,
    just curious is it worth visiting

    1. Halo ekoandriyan… Punten saya baru buka wp stlh hibernasi lama…
      If you happened to visit that palace, I’m looking forward for your story…. ^__^

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s