Hungry in Hungary?.. No Way!!

Salah satu hal menarik dari Budapest adalah bahwa mereka menyimpan kekayaan kulinari yang luar biasa. Goulash?? Tidak hanya itu saja…

Empat hari plesiran disana, saya agak menyesal merasa tidak menikmati kulinari khas Hongaria secara maksimal. Dua kali jam makan saya masih mencari makanan Cina. Dasaarrr…. 😉

kamarhotel3

Saya sudah percaya bahwa makanan di Budapest enak, bahkan sebelum mencicipi langsung kelezatannya. Bagi saya, masakan yang kaya bumbu sudah pasti yummy. Percayalah… Jika sudah begini hati jadi tak tahan untuk membanding-bandingkan dengan Belanda. Oh my…… hahaha…..

Bila tak terbiasa, terus menerus makan gulas pasti bosan juga. Tapi untunglah, kekayaan kulinari Hungaria tidak hanya gulas saja. Di downtown Budapest ada begitu banyak restoran murah meriah dengan beragam alternatif pilihan sesuai lidah dan isi kantong. Langos merupakan salah satu jenis makanan yang harus dicoba bila anda di Budapest. Terbuat dari campuran tepung dan kentang, digoreng hingga kuning keemasan. Aslinya, langos menggunakan topping krim asam dan parutan keju. Tapi sekarang langos disajikan dengan berbagai macam topping; asin maupun manis. Saya jatuh cinta dengan langos, sejak pandangan gigitan pertama, di hari pertama kami tiba di Budapest. Langos dengan topping bebek berbumbu, duuhhhh….saya berliur mengingatnya…. Sayang saya tak punya fotonya. Terlanjur lapar dan sedikit tak bersemangat berfoto. Maklum kami baru saja melewati perjalanan udara dengan turbulensi dahsyat yang melelahkan tubuh juga jiwa, khususnya bagi seorang yang parno dengan goncangan pesawat seperti saya…..

Tips:

Pork and duck, alias babi dan bebek, merupakan menu daging andalan di hampir semua tempat makan di Budapest. Buat anda yang berpantang makanan babi, teliti dahulu sebelum memakan.. hehe…

Bila tak terlalu tertarik mencari tahu kelezatan makanan Hungaria, menu yang paling ‘aman’ untuk lidah dan kantong adalah Doner Kebab… Sebagai bekas jajahan Ottoman, restoran Turki banyak bertebaran dimana-mana. Khususnya bagi mereka yang ‘selektif’ dalam memilih asupan daging, makanan Turki merupakan pilihan paling aman dan halal ^____^

Jika tertarik mencoba makanan lokal dengan harga kantong masyarakat lokal menengah ke bawah, coba kunjungi restoran Frici Papa Kifozdeje. Restoran ini mengingatkan saya pada kantin-kantin murah di tanah air. Tempat ini benar-benar autentik Hungarian eat house. Ruang makannya cukup besar. Jadi tak usah khawatir tak kebagian tempat. Tapi salah satu kekurangan restoran ini adalah sebagian besar pelayan kurang mahir (atau malah tidak) berbahasa Inggris. Dengan keterbatasan bahasa, kami seperti tebak-tebak buah manggis ketika memesan makanan. Harga makanan super murah, dengan cara memesan yang agak ‘berbeda’. Cara pesannya begini, sepiring daging berharga sekitar 3-5 euro (maaf saya tak ingat persis harganya). Jika ingin dapat tambahan sayur, tambah beberapa sen. Jika ingin menambah saus pada daging, tambah beberapa sen lagi. Jika ingin menambah menu dengan semangkuk nasi, dikenakan lagi sekian sen ekstra. Begitulah kurang lebih cara memesan disana. Maaf, nominal harga saya tak ingat lagi angka persisnya…

Karena tak tahu apa-apa, kami ternyata end up hanya memesan daging tok.. Hahahaaa…. Pada akhirnya kami menambah pesanan ekstra beberapa side dish dan dessert.

IMG_0424edit

IMG_0420

Saya masih punya alternatif lain, jika ingin puas menikmati makanan lokal. Coba kunjungi restoran Trofea. Kami dapat restoran ini secara tak sengaja ketika kelaparan berjalan di bawah gerimis, mencari sebuah restoran rekomendasi sebuah website traveling. Beruntung sekali kami malah end up di restoran ini. Hebatnya, ternyata restoran ini masuk daftar Top Restaurant in Budapest 2012 versi website Tripadvisor… Aiihhhh.. ^___*

Restoran ini punya sistem makan sepuasnya, dengan harga sekitar 18an euro per orang (harga normal). Tapi karena kami mampir jam 9 malam, di atas jam 9 (late dinner) harga turun menjadi sekitar 15 euro. Yang ditawarkan restoran ini bukan hanya makan sepuasnya menu buffet autentik Hungaria, tapi juga minum sepuasnya. Mulai dari minuman ringan seperti ice tea, jus, coke, kopi, teh, dan lain-lain, sampai minuman ‘berat’ seperti wine, bir, dan sampanye. Jika anda tak punya banyak waktu mengeksplorasi makanan lokal yang bertebaran di Budapest, mampir saja di Trofea. Mulai dari makanan inti hingga makanan penutup, semuanya autentik Hungaria. Harga memang tak bisa dibilang sangat murah, tapi saya rasa angka tersebut cukup affordable… Bukan begitu…?? ^____^

ayceresto-2

Alternatif paling murah bila mencari makanan autentik Hungaria adalah makan di pasar besar atau Grand Market. Di postingan berikutnya, saya cerita tentang pasar Budapest…..

*****

Budapest termasuk kota yang agak ‘lamban’ mengejar modernisasi… Karena itu jangan heran bertemu kafe yang usianya ratusan tahun. Luar biasa… !! Semakin tua usia, semakin membanggakan dan diminati banyak pengunjung… Salah satu kafe yang terbilang tua disana adalah Ruszwurm. Konon kafe ini berdiri sejak tahun 1824. Ckckckckk…. Kami mampir di kafe ini setelah kegerahan dan kelelahan menikmati Buda Castle Hill. Duduk di depan kafe ini, ditemani segelas coklat hangat dan seiris kue Kremes khas Hungaria, sambil memandang indahnya puncak menara gereja Matthias, aaahhh…. segala penat pun hilang …..

Dessertsbudapest-1

Budapest juga merupakan surganya pastries atau kue manis. Datang ke Budapest, jangan lupa bawa serta tablet diabet anda hahaha… Tapi jika anda penderita hipoglikemia, inilah saatnya anda ‘makan sehat’ hehehe… Silahkan nikmati Kremes, Retes, Somloi Galuska, dan Dobos Torta sepuas-puasnya… hehehe….. ^___*

Dessertsbudapest-3IMG_0423edit Dessertsbudapest-4

Kreatifitas orang Hungaria bukan hanya dalam soal menciptakan varian pastry yang beragam, tapi juga dalam soal menciptakan citarasa kopi dan minuman coklat yang berbeda. Saya merupakan penggemar coklat hangat, sedangkan ayah merupakan penggila kopi kelas berat. Perfect combination!! Di kafe manapun kami pergi, sudah merupakan orderan wajib secangkir coklat hangat buat saya, segelas ice coffee buat ayah, dan tentu saja teh buat anak-anak. Dan, percaya atau tidak, di Budapest kami dapati bahwa beda kafe beda pula rasa kopi dan coklatnya. Bagi kami hal ini merupakan sebuah pengalaman menarik…. Aahhh…. jadi membayangkan Belanda lagi.. Setiap memesan coklat hangat yang saya dapat adalah chocomel yang dipanaskan, dipermanis dengan semprotan slagroom diatasnya. Membosankan sekali …..

IMG_0376edit IMG_0379edit

Tentu saja seperti turis kebanyakan, setelah perut terisi penuh maka tujuan selanjutnya adalah toko souvenir. Bukan begitu…??? 😉 Saya tulis di cerita berikutnya tentang pasar besar dan souvenir khas Budapest….. ^_____^

bagpacker-cremenavy

Advertisements

12 Comments Add yours

  1. pgondok says:

    Terimakasih atas informasi yang saudara berikan semoga bermanfaat bagi sesama amin.. salam sehat.. http://bit.ly/19ycJlq

    1. PatriCia says:

      amin… terima kasih atas kunjungannya yaa….

  2. Messa says:

    Surganya makanan manis? Wah, suamiku pasti suka ini 😀 mudah2an modernisasi nggak masuk ke situ mbak, soale bangunannya bagus 😀

    1. PatriCia says:

      ooo suami seneng yg manis2…?? pantesan nikah sama kau ya.. hehehheee.. ^_____*

      1. Messa says:

        Huahahhaa bisa aje mbak ini 🙂

  3. Messa says:

    Btw, danbonya lucu bangeeet 😀

    1. PatriCia says:

      iya nihhh.. emak2 korban danbo hahahaa….

  4. sianakdesa says:

    saya mau danbonya aja hehehe 😀

    1. PatriCia says:

      aiihh…kalo danbo ga bisa, soalnya kado dari suami *suami yg aneh hahaha*…. kalo teddy bear aja mau..?? wkwkwk 😉

      1. sianakdesa says:

        owh so sweet banget ya kadonya 😀 semoga ada cwek yg nantinya mau ksh danbo ke saya ya hahaha #ngarep

        ntah kenapa suka aja liat ekpresi danbo mbak.. pinginya sih bli yang original tapi di aceh gak ada yg jual. hikz 😦

      2. PatriCia says:

        kayaknya sih danbo mmg ga dijual di toko2 selain di jepang. kmrn suami belinya onlen di ebay. dgr2 di amazon juga jual… tapi sebenernya ga pake danbo jg gpp. temen saya pake lego. temen yg lain malah pake boneka kelinci wkwkwkwkk…. 😀

      3. sianakdesa says:

        gak ah.. sekali danbo tetap danbo hahaha 😛
        nanti saya pergi ke jepang aja deh sekalian hunting foto 😀 #barubisamimpi

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s