Sevilla yang Mempesona (bag. 1)

Andalusia, atau disebut juga Al-Andalus bagi umat muslim, adalah sebuah wilayah di bagian selatan Spanyol yang terbagi atas delapan provinsi; Almería, Cádiz, Córdoba, Granada, Huelva, Jaén, Málaga dan Seville (sumber). Dan kota dimana nadi Andalusia berdenyut adalah Sevilla, ibukota Andalusia.

Konon legendanya, Sevilla ditemukan oleh Hercules pada jaman peradaban Tartessian. Dibawah pendudukan Roma, Sevilla disebut Hispalis, lalu disebut Ishbiliyah ketika dijajah oleh Moor. (sumber)

Ini liburan kami yang pertama di Spanyol. Jadi pada dasarnya kami belum punya pengalaman lain untuk perbandingan. Tapi dari pendapat beberapa traveler asing –baik yang saya baca maupun tonton secara online–, mereka berani menyebut Sevilla sebagai kota tercantik di Spanyol. Tentu saja untuk pendapat ini saya abstain. Belum berani bicara banyak, karena belum menjelajahi kota-kota lain di Spanyol. Tapi yang jelas, memang benar bahwa Sevilla itu sungguh cantik. Pesonanya begitu kuat laksana seorang gadis muda spañola dibalut busana Andalusian yang menawan, berliuk-liuk menarik minat hati dan mata, dalam hentakan musik flamenco yang berirama.

Walau ukuran pusat kota Sevilla cukup besar, namun dapat dengan mudah dijelajahi bermodalkan kekuatan kaki. Tapi mungkin juga untuk bagian ini pendapat saya tidak cukup akurat, karena lokasi tinggal kami selama di Sevilla bisa saya sebut sangat strategis. Apartemen kami letaknya berseberangan persis dengan Archivo de Indias (General Archives of the Indies), dan sepejalan kaki jauhnya dari La Giralda dan Katedral. Ayuntamiento, Santa Cruz, dan Calle Sierpes pun hanya berjarak beberapa ayunan langkah dari tempat kami.

Ibaratnya seperti topi seorang pesulap, apapun bisa kau dapat di Sevilla. Kelembutan flamenco, keperkasaan matador, semua berasal dari sini. Kejayaan Islam Moor, dan tradisi Eropa turun-temurun, semua berpadu di sini.

Salah satu yang menjadi unggulan pariwisata Sevilla adalah La Giralda dan Katedral Sevilla. Kedua gedung ini berdiri berdampingan. Menariknya, Katedral ini dulunya adalah sebuah masjid besar yang dibangun oleh Almohads di akhir abad ke-12. Katedral ini disebut sebagai katedral Gothic terbesar sedunia. Monumen disampingnya, La Giralda, dulunya merupakan bangunan dengan menara masjid di atasnya. Ketika masjid berubah menjadi katedral, maka menara masjid pun diubah menjadi menara lonceng. Arsitektur menara ini terinspirasi oleh Mesjid Koutoubia di Marrakesh, Maroko.

sevillakatedral1giralda1

IMG_9122-copy

*****

Disamping kedua monumen tadi, yang patut dikunjungi di Sevilla adalah istana Almohad yaitu Alcázar. Tempatnya tidak jauh dari Katedral dan Giralda. Alcazar diambil dari bahasa Arab Al Qasr yang artinya istana yang dibentengi. Dan memang benar, istana ini tak nampak dari luar karena dikelilingi dengan pagar batu yang tinggi. Tidak seperti kastil raja-raja Eropa yang berdinding batu dan suram, istana ini memberi kesan berbeda. Dengan nuansa warna putih gading dan aksen jendela di hampir semua ruangan, istana ini berkesan ‘hangat’ dan ‘ramah’. Yang lebih membuatnya berbeda, istana ini dipenuhi dengan ukiran-ukiran Islami. Pada tahun 1987 istana ini dinobatkan oleh UNESCO sebagai World Heritage Site. Harga tiket masuk ke istana ini dipatok sekitar 9 euro per orang. Maaf saya tak bisa mengingat persis angkanya. Maklum, saya tahunya melenggang masuk dan berfoto. Hal-hal ‘administrasi’ saya percayakan pada suami hehehe…. Angka tersebut tidak bisa dibilang murah, menurut saya. Tapi melihat segala sesuatu yang kami nikmati di dalam Alcazar, saya rasa harga tersebut sungguh sangat worth every penny.

alcazar1

alcazar2

alcazar3

*****

Dari semua tempat di Sevilla yang kami jelajahi, tempat favorit saya adalah Plaza de España. Sungguh… Saya bersumpah demi sinar matahari dan semilir angin Sevilla, tempat ini benar-benar fenomenal…..

Menikmati Plaza de España, dalam hembusan angin musim hangat, ditemani petikan gitar flamenco seorang pengamen tua, benar-benar memberi sebuah Andalusian feeling. Saya berdua suami betah duduk berlama-lama disitu, sambil mengawasi dua kecil kami yang sibuk bermain. Sevilla merupakan jantung permusikan flamenco Spanyol. Dan kami tak perlu membayar lebih untuk menonton pertunjukannya. Cukup duduk diam disini, mendengar bapak itu bermain gitar. Jemarinya seperti sedang menari dengan mahirnya. Setiap alunannya mengandung kekuatan nada, dengan petikan-petikan yang seperti hendak menyampaikan sebuah kesaksian bahwa orang itu sudah bermain gitar sejak lama, jiwanya ada di dalam gitar tua itu….

plazaespana

..Bersambung..

Foto lengkap Sevilla bisa diintip disini.

bagpacker-cremenavy

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. Baru nih perginya? Langitnya bagus amat.

    1. PatriCia says:

      Udah lama Andine… akhir summer taon lalu.. mkanya langitnya bagus.. klo skrg mah langitnya mendung berarti hujan hehehe… ^___^

  2. Feº A says:

    Hi Patricia, fotonya bagus2..itu yg di La Giralda malam2 acara apa ya> kayak ada tentara2 gitu?

    1. PatriCia says:

      makasih mba Fe… itu sekelompok anak muda yg bikin pertunjukan musik Irlandia. mungkin dari sekolah, soalnya yg nonton banyakan anggota klrg hehehe…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s