Granada; a Journey to the Past

Granada adalah sebuah kota kecil yang terletak di kaki gunung Sierra Nevada, dibawah naungan daerah Andalusia, di Spanyol Selatan. Granada hanya sebuah kota biasa yang tak terdengar namanya di belahan dunia yang lain, hingga di tahun 1800an Washington Irving menyibak permata kota ini dalam bukunya yang berjudul Tales of the Alhambra. Sejak itu orang mulai berbondong-bondong mengunjungi Granada, khususnya untuk melihat dari dekat kecantikan istana La Alhambra. Saya sedikit iri dengan tuan Irving yang bisa tinggal di Alhambra sambil membuat tulisan tentang istana itu. Saya lemparkan koin ke kolam belakang rumah, mengucap doa untuk sebuah niat hati bisa tinggal di istana Windsor dan membuat tulisan tentangnya….. ^__*

Waktu kecil, cerita dongeng 1001 malam merupakan bacaan teman tidur saya. Cerita-cerita tersebut membuat saya mengimpikan suatu waktu bisa mengunjungi Persia dan Baghdad. Makin kesini, hati saya semakin realistis untuk tidak berusaha mengejar mimpi. Saya kurang yakin karakter kedua kota itu masih sama seperti yang saya baca dulu di dalam buku. Perang bisa jadi sudah merubahnya. Dan saya yakin pula bahwa kota-kota tersebut tidak luput dari sengatan modernisasi.

Mengunjungi Granada, khususnya Istana Nasrid, seperti sebuah doa usang yang terjawab tanpa sadar. Melihat kamar istana tempat para putri beristirahat, balkon tempat raja berehat dengan ratunya, dan taman bunga tempat para putra dan putri raja bermain, sedikit banyak telah membantu saya menyatakan imajinasi masa kecil.

Konon, cerita dongeng 1001 malam merupakan karya sastra epik Arab termashyur yang memberi pengaruh besar dalam peradaban Islam jaman dulu. Demikian pula La Alhambra, merupakan salah satu karya arsitektur epik yang meninggalkan momentum penting dalam sejarah peradaban Islam.

downtown-granada

Granada menurut saya sangat magical. Arsitektur bernafas Islami, dan pengaruh budaya Maroko, merupakan definisi sebuah Granada. Dan tentu saja bisa ditebak, nyawa Granada ada di Alhambra. Namun La Alhambra bukan satu-satunya hal yang menarik hati para pelancong. Permata kota Granada lainnya adalah Albayzin, sebuah distrik tua dimana dulu merupakan kawasan tempat para pendatang Moor tinggal. Albayzin terletak di sisi bukit yang berseberangan dengan Alhambra. Rumah berdinding putih khas Maroko menjadi warna area tersebut.

albaycin

Penyesalan saya adalah gagal mengunjungi Sacromonte, padahal distrik ini hanya beberapa menit jauhnya dari Albayzin. Sacromonte merupakan sebuah bagian kota di Granada yang terletak di bukit dengan gua-gua kecil tempat para gypsi tinggal, sebagai ciri khas.  Konon katanya, tarian flamenco asalnya dari kaum gypsi ini. Sampai sekarang tari flamenco masih ditarikan oleh kaum gypsi ini di beberapa rumah gua yang disiapkan menjadi tempat pertunjukan.

Menuju Albayzin, kami melewati sebuah jalan sempit bernama Caldereria. Menyusuri jalan ini, seakan tidak percaya bahwa kami sedang berada di Spanyol. Sepanjang jalan penuh dengan toko-toko yang menjual barang-barang kerajinan tangan yang sangat bergaya Arab. Entah itu selendang, cadar, perhiasan, dan lain sebagainya. Pengaruh Maroko benar-benar  kental dan memberi nafas pada gaya hidup dan keseharian kota Granada.

alcazaba-nightAlcazaba di malam hari, diambil dari Calle Caldereria.

Walau berubah menjadi kota turis, tapi gaya hidup Granada tak berubah. Itu makanya kota ini menurut saya merupakan salah satu kota turis yang murah meriah. Bayangkan, hanya di Granada kau bisa menikmati tapas secara gratis!! Di hampir setiap cafe, setiap pesanan minuman datang bersama sepiring kecil tapas yang enak. Masih kurang..?? Ya pesan minuman lagi..hehehe… Ini bisa jadi trik untuk hemat biaya makan ^___*

tapas

Jalan raya di pusat kota Granada cukup lebar. Namun begitu, jika menjauh dari pusat kota menuju ke pemukiman penduduk, jalanan menjadi super sempit seperti sebuah labirin. Belum lagi tanjakan, turunan, dan tikungan tajam. Suami tidak cukup pede untuk menyetir, dan saya tidak cukup nekad untuk memaksanya. Alhasil mobil sewaan diparkir di depan hotel, dan kami berjalan kaki menuju pusat kota. Beruntungnya, di sebuah gang kecil di pusat kota kami bertemu iring-iringan pawai yang sangat spiritual. Di bagian depan sekelompok ibu-ibu tua berkerudung dan berbaju hitam, lalu ada  sekelompok pemusik dan pembawa bendera dibelakangnya. Di bagian paling belakang sekelompok orang menggotong patung Bunda Maria. Setelahnya baru kami tahu bahwa prosesi itu dalam rangka memperingati Spain’s National Day yang dirayakan bertepatan hari itu.. Ohhh….

granada-spanishday1

Hasil survey saya sebelum ke Granada bilang bahwa bis di Granada sangat murah, hanya 1,20 euro sekali jalan. Kami tak sempat merasakan itu. Kemalaman karena terjebak parade Hari Nasional Spanyol dan tak ada waktu mencari informasi bis, kami pun naik taksi. Cukup murah menurut saya, argo dimulai di angka 1,99 euro dan naik perlahan.

Banyak pengunjung yang mengkombinasikan perjalanan ke Granada dengan kunjungan singkat ke Sierra Nevada. Kami pun demikian. Ketika pulang dari Sierra Nevada, ditengah-tengah kebingungan mau makan di restoran mana, sambil menahan sebuah desakan besar dari dalam perut untuk secepatnya diisi, kami tiba-tiba melihat restoran Cina all you can eat. Benar-benar seperti oase di padang gurun hahaha… Suami merupakan seorang foodie traveler. Baginya gampang untuk survive dengan makanan apa saja. Berbeda dengan saya yang memiliki lidah kampung. Naluri mencari nasi adalah seperti seorang singa lapar mencari buruannya…hahaha… *berlebihan!*

Entah apa nama restoran ini. Saya tak mengerti huruf kanji. Tapi yang lucu, mereka sedang punya penawaran makan sepuasnya dengan harga promo yang dinamai Anticrisis hahaha.. Ada-ada saja…. Menu buffet restoran ini sangat standar seperti restoran-restoran Cina lainnya yang menawarkan sistem AYCE. Tapi yang menarik, bagian teppanyaki sangat berlimpah dengan segala macam varian seafood; udang besar, lobster, kepiting, kerang, dan lainnya yang saya tak ingat (atau lebih tepat, saya tak tahu apa itu hehe).

restocina-granada

 

Baik pagi ketika matahari terbit, maupun petang ketika matahari terbenam, bahkan malam ketika bulan bercahaya, lanskap kota Granada sungguh menawan. Hotel yang kami inapi terletak di sisi bukit, –dimana Alhambra terletak di bukit yang sama namun sisi sebelahnya–. Kamar hotel kami memiliki balkon yang menghadap pemandangan lepas kota Granada, dengan pegunungan Sierra Nevada sebagai latarnya.. Aihhh cantiknya…. Andai saja kami punya waktu lebih lama di kota ini, saya dan suami ingin sekali tak kemana-mana, tapi duduk santai di balkon kamar, sambil menikmati indahnya Granada.

hotelbalcony

granada-skylight1

granada-night

Foto lengkap Granada dan the Alhambra bisa dilihat disini.

bagpacker-cremenavy

Advertisements

23 Comments Add yours

  1. Feº A says:

    aduh, jadi ingat pernah foto di studio di Granada pakai baju padang pasir…cari yang baju flamenco ga ada sih..tapi kotanya cantik banget yaaa….

    1. PatriCia says:

      Wahh mba, enak betul punya foto itu.. aku jg pengen bgt foto bgtu tapi suami ngga ngijinin. katanya nanti aja kalo ke maroko hahhaaha…
      iya mba Fe, Granada itu cantik banget ^____^

      1. Feº A says:

        mba memang selalu cari tempat2 yang bisa foto pake kostum lokal, maroko malah ga nemu tempat pinjam baju lokal adanya foto pake sorbannya orang berber ,itu dari kain mungkin 4 m diputer2 dikepala hahaaa…, berat tapi adem

      2. PatriCia says:

        hahahhaaa…. wah, udah banyak dong foto2nya pake baju lokal yaa..??? hehehee…. btw, liat postingan mba Fe, jadi pengen ke Brazil euy…. tapi kudu nabung dulu nih yang giat wkwkwkwk….

      3. Feº A says:

        yang gagal ya baju spanyol yang flamenco sama yg model kerudung lace hitam kaya di ratu2 spanyol itu loo…Amerika Latin tuh memang asik2 tempatnya, tapi ga tahan jauhnyaaa….

      4. PatriCia says:

        hahhahaa… itu tandanya mba Fe harus balik lagi kunjungan ke Spanyol… siapa tau malah ketemu ratu wkwkwkwkkk 😉

      5. Feº A says:

        waduh..balik sana lagi sih engga ..masih banyak tempat lain yang pengen dilihat…tapi ga tahu juga ya..kadang iseng balik lagi ketempat yg sudah pernah diinjak.,kalau jalurnya sekalian lewat hahaaa…iya siapa tahu jadi ratu walaupun foto doang..ke Cordoba kan udah deket2 situ Andalusia

      6. PatriCia says:

        hahahhaaa… iya bener mba… klo pas jalan2 ke eropa jgn lupa mampir dimari ya mba ^____^

      7. Feº A says:

        Patricia dimana basenya ya?

      8. PatriCia says:

        aku di belanda mba.. di kampung kecil namanya wijchen hehehe…

  2. winnymarch says:

    keren gmana cara kesana ya?

    1. PatriCia says:

      kyknya sih blum ada direct flight dari Indonesia kesini.. dikombinasi aja sama tur ke spanyol.. ato kalo ikut tur ke belanda, bisa pake budget airline ke granada… ^____^

      1. winnymarch says:

        mahal tak ya? pengennya keliling Eropa hehehhehe tp mahal tak ya

      2. PatriCia says:

        setauku sih skrg byk bgt tur keliling eropa yg murmer di indo. makin banyak kan org indo yg jln2 ke eropa.. coba deh browsing ato nanya2 travel agent di sekitarmu… 🙂

      3. winnymarch says:

        tp mw coba tanpa travel agent hahheheh

      4. PatriCia says:

        sori baru buka wp hehe… iya emang lebih murah klo tanpa travel agent. yg penting udah masuk eropa aja dulu, ntah ke belanda ato jerman. dari situ kemana2 gampang, tinggal book budget airline. kami biasanya pake ryanair.com murah meriah hehe.. ^___^

      5. winnymarch says:

        MBAK pATRICIA bgi fb dong ehhehe

      6. PatriCia says:

        hai Winny, ini alamat fbku: http://www.facebook.com/pwaluyan.
        di add yaa…. 🙂

  3. Messa says:

    aku mupeng mbak Pat >.< tulisan di jendela kaca yang besar itu, aku kirain antichrist rupanya ANTICRISIS 😀 bujuuughhh

    1. PatriCia says:

      hahhhahaaaa….. mupeng pengen mkn disitu ya…??? wkwwkwkkk 😉

  4. shintadaniel says:

    Foto Alcazaba di malam hari sama yang terakhir kereeeen banget!! kayak postcard..

    1. PatriCia says:

      makasih Shinta…. aslinya lebih keren lagi lho… my pictures don’t do any justice to its real beauty, imho… ^___^

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s