Lembah Mosel (bag. 1)

Libur pendek musim dingin yang lalu, kami sekeluarga diajak ayah berakhir pekan di Moselle Valley. Ini terhitung liburan dadakan, karena diputuskan sangat last minute, untuk mengisi libur Natal anak-anak sekaligus recharging bunda yang sudah empat bulan teler karena dikejar banyak deadline kepepet ^____*.

Saya seperti seorang anak kecil dapat kado tak terduga dari Sinterklaas, ketika ayah bilang, “ayo bagpacking, kita liburan….”

Liburan di musim dingin sehari setelah Natal, sepertinya bukan sebuah langkah yang tepat. Tempat-tempat wisata tak buka dan atraksi-atraksi tak jalan karena hari raya. Selain itu, mengunjungi desa kecil untuk berlibur musim dingin tampaknya bukan sebuah strategi yang brilian. Kami mampir di sebuah kota kecil yang lebih mirip kota mati saking tak ada manusia di dalamnya. Ketika akhirnya bertemu tak sengaja dengan seorang bapak yang sedang lewat, barulah kami tahu bahwa sentrum kota itu tutup pada bulan-bulan musim dingin, dan baru dibuka lagi jika musim semi tiba. Apes…..

Lembah Mosel atau Moselle Valley merupakan sebuah daerah yang terkenal memiliki karakteristik unik yaitu perkebunan anggur di lembah. Bahkan konon minuman anggur yang dihasilkan dari kebun landai ini merupakan minuman anggur terbaik di seluruh Jerman. Sayangnya karena kami kesana pada musim dingin, kecantikan kebun anggur itu tak kelihatan.

Lembah anggur ini terletak di sepanjang sungai Mosel, salah satu sungai yang membelah beberapa negara Eropa, dan merupakan anak sungai dari sungai terkenal Rhine. Merupakan pemandangan yang unik, melihat setiap sisi lembah penuh dengan tanaman anggur, dengan bebatuan disela-sela. Sungai (yang pada waktu itu berwarna coklat keruh karena sedang musim hujan), menambah kekhasan daerah itu.

Tujuan kami adalah Cochem, salah satu kota penting di Mosel. Namun dalam perjalanan  kesana, kami mampir sejenak menjenguk sebuah permata yang tersembunyi selama sekitar 800 tahun di tengah-tengah hutan di kawasan Mosel. Permata tersebut adalah sebuah kastil bernama Burg Eltz.

Ketika perang di abad pertengahan memaksa tentara Perancis mengambil langkah menghancurkan semua istana di area Mosel dan Rhine, Burg Eltz merupakan satu dari sedikit sekali kastil yang terhindar dari aksi tersebut. Tak ada jejak penguasa di kastil ini karena kastil ini bukan milik raja. Kastil ini adalah milik seorang Count, dan sampai saat ini masih tetap menjadi milik keluarga tersebut. Konon katanya keluarga the Eltz, keluarga Count itu, masih tinggal disana, di salah satu bagian kastil itu. Ahhh.. benak saya jadi bertanya-tanya penasaran, bagaimana rasanya punya rumah sebuah kastil…???

Tidak seperti kastil milik raja-raja, yang terletak di atas bukit dengan pemandangan rumah-rumah rakyat di kaki bukit, kastil ini terletak di dalam hutan, tepat di tengah lembah, dengan sungai kecil yang mengalir disampingnya. Benar-benar seperti sebuah setting cerita dongeng Grimm bersaudara. Kita berjalan masuk ke dalam hutan, dan dengan sekejap di sebuah belokan, voilaaa….sebuah kastil cantik berdiri dengan gagahnya dan megahnya….

Eltz1

Sebagai seorang pecinta cerita dongeng, tentu saja masuk akal jika saya sangat penasaran ingin masuk kedalamnya. Katanya, dekorasi dan perabotnya masih sangat autentik dan terawat. Tapi yah inilah resiko berlibur di hari kedua Natal. Termasuk kastil ini pun tak buka (next time, bunda….next time….). Saya benar-benar harus kembali kesini. Apalagi kastil ini berdekatan dengan kota Bacharach, kota kesayangan saya dan suami. Jadi, apapun yang terjadi, kembali kesini adalah kudu ^_____^

Tips mengunjungi kastil ini: cek stamina baik-baik. Baik pergi maupun pulang, perjalanan dengan kaki ke kastil ini betul-betul menghabiskan hampir seluruh persediaan nafas (setidaknya buat saya!). Namun jika datang ke kesini di bulan Maret-November, setidaknya ada shuttle bus dari tempat parkir menuju kastil yang membantu anda untuk tidak ngos-ngosan ;).

Eltz-collage

Setelah menikmati Burg Eltz, kami pun melaju ke Cochem karena hari sudah mulai petang. Sama seperti kota-kota kecil di Jerman yang tipikal dengan gang-gang sempit dan bangunan-bangunan bergaya Medieval, Cochem juga demikian. Yang sedikit membedakan, selain kebun anggurnya tentu saja, adalah promenade kota ini yang terletak di pinggir sungai Mosel. Bayangkanlah bagaimana cantiknya ketika matahari hampir terbenam; berjalan menyusuri promenade, dengan sungai di bagian kiri dan bangunan-bangunan toko bergaya Medieval yang penuh dengan lampu natal berkerlap-kerlip di bagian kanan… Ahhh….indahnya….

Karena nilai jual utama kota ini adalah perkebunan anggur, maka disepanjang jalan raya hingga ke gang-gang di dalam kota, banyak bertebaran penawaran-penawaran tur kebun anggur sepaket dengan mencicip minuman anggur atau wine-testing. Bahkan jika berniat membeli minuman anggur, kita bisa terlebih dahulu mencicipi rasanya. Tak cocok rasanya? yaa tak usah beli….

Cochem-collage3

Kami mengambil tur keliling kota Cochem menggunakan mobil kereta (Entahlah apa namanya. Saya namakan mobil kereta karena dia berjalan di jalan raya dan tanpa rel, namun bentuknya lebih mirip kereta daripada mobil). Bukan sebuah tindakan cerdas jika melihat ukuran kota Cochem yang sekecil ini, yang bisa dijelajahi hanya dengan kaki. Tapi penawarannya begitu menggiurkan, berkeliling kota Cochem dari pusat kota hingga ke kebun anggurnya, lalu setelahnya mendapat segelas anggur putih atau merah (sesuai selera) secara gratis. Saya dan suami selalu bersemangat, setiap mendengar kata “gratis” hahahhaa….. Anak-anak juga tak kalah bersemangat, khususnya si abang. Merekapun kebagian minuman anggur yang lezat, yang tentu saja tanpa alkohol. 3 sloki habis oleh abang seorang. Ckckckckk…. like father like son, benar-benar dia anak si ayah ^_____^

Terhitung sudah 9 tahun saya tidak minum anggur, karena mengalami operasi usus besar. Tapi thanks to Moselle wine, saya jadi berani mencoba lagi… Dan jadi ketagihan lagi…. hahahahaa….. ^____*

Cochem-collage4Cochem-collage2 Cochem-collage1

Selain kebun anggur, Cochem juga memiliki kastil sebagai daya tarik pariwisata kota ini. Walau kastil ini terlihat megah berdiri di puncak bukit, tapi jangan samakan dia dengan Burg Eltz. Kastil ini menurut saya terlihat agak misterius dan muram. Saya rasa, kastil seperti ini hanya cantik jika dikagumi dari jauh saja.

Cochem11wm

Summer nanti kami akan kesana lagi. Bukan hanya untuk photohunting memperbaiki foto-foto saya yang sangat muram karena cuaca mendung dan hujan, tapi juga untuk menikmati hasil kebun anggur mereka yang sangat luar biasa manisnya…. Ada yang berminat join..??? ^______*

Advertisements

18 Comments Add yours

  1. Aku mo ikut dong! hunting photo atau anggur? hahahaha. 🙂

    1. PatriCia says:

      hayuuuu…..hunting foto berhadiah anggur wkwkwkwkwkkk ^___*

      1. hihihi! keren juga hadiah anggur bukan piring cantik.

      2. PatriCia says:

        piring cantik motif anggur mksdnya hahahaa :p

  2. shintadaniel says:

    Wooooow, kayak negeri dongeeeeeeng, ada istananya princess cinderella *takjub sambil melongo*

    1. Iya Shinta… ini beneran kayak negri dongeng. kalo keluarga Eltz buka lowongan untuk princess, daftar yuk *minta.ditimpuk.ayah.pake.bantal* wkwkwkwkk….. ^_____^

  3. Messa says:

    Aku berminat dong, apalagi kalau ditraktir huahaha 😀 foto2nya keren banget dan kastilnya wow, beneran kayak di negeri dongeng mbak

    1. wahhh..gimana kalo kita bikin kopdar blogger, di kastil Eltz, dgn sajian anggur Mosel..??? hahhahaa… yg datang nanti berhadiah piring cantik motif anggur hahahahahaa….. *komentar.org.mabok.anggur* wkwkwkkk 😉

      1. Messa says:

        Hahahaa mauuu 😀 tinggal nyari sponsor anggur aja kalau gitu mbak Pat 😀

      2. Hahahhaaa…. Ayooo mulai cari dr skrg…. Aku tunggu kbrnya yaaa hahhaahaa… ^____*

  4. kayka says:

    hallo patricia,

    saya cuma nglewatin saat pp pake DB menuju bonn, bener2 cantik. pemandangannya yg tertangkap dari kameranya patricia bikin saya tahan nafas nih. thanks sudah berbagi 🙂

    salam
    /kayka

    1. aduuuhhh….saya baca komennya juga sambil tahan nafas nih hehehee….
      makasih udah mampir yaa Kayka ^_____^

      1. kayka says:

        hihihihi kog pake nahan nafas siiih pat 😀

        salam
        /kayka

      2. Biar kompak kita, tahan nafas barengan…wkwkwkwkk… ^___*

  5. winnymarch says:

    wah ketemu bolgger hebattt kerennnn, salam kenal ya

    1. haduuhhh…. makasih pujiannya yaa… jadi malu saya, karena merasa belum hebat hehehee… masih butuh banyak belajar dari bloggers senior hehehee….. salam dari Wijchen ^_____^

      1. winnymarch says:

        sama kak harus belajar banay ama kak Patricia ni

      2. yuukk belajar sama2… ^_____^

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s