Akhir Pekan di Flanders | Bag. 2

 

Saya penggemar coklat, ayah pecinta bir, dan si Noni penggila kentang goreng. Dimana lagi kami temukan semua itu di satu tempat kalau bukan di Belgia..?? 😉

Coklat terbaik di dunia, Belgia lah (salah satu) tempatnya. Penghasil bir yang enak, Belgia tempatnya. Kentang terenak di Eropa (?), Belgia juga tempatnya… Wafel yang enak, yaaa masih Belgia juga asalnya….


Bruges adalah sebuah kota di Belgia yang terkenal di kalangan turis, setelah Brussel. Hal tersebut membuatnya sangat turistik, seperti Brussel. Bahkan harga-harga disana pun masih lebih mahal dibandingkan di Brussel. Sungguh sebuah tourist trap. Tapi seperti kata seorang travel expert, “Bruges is the city where you don’t mind to become a tourist” ^____^

Kunjungan kami ke Bruges disambut dengan pawai rohani De Heilig Bloedprocessie; sebuah prosesi yang menceritakan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Saya jadi ingat pawai semacam ini di Manado yang dilaksanakan kaum muda GMIM setiap Paskah… Ahhh….saya jadi kangen masa-masa muda di kota tercinta…. 🙂

Oia, di prosesi inilah pertama kalinya dalam seumur hidup saya melihat secara langsung permainan Carillon; sebuah alat musik berbasis lonceng yang dimainkan seperti sebuah orgel. Biasanya diperdengarkan melalui menara lonceng di alun-alun kota, pada jam-jam tertentu.

IMG_4112edit


Titik awal perjalanan menikmati Bruges kami mulai dari pusat kota. Pusat kota Bruges termasuk dalam situs dunia yang dilestarikan oleh UNESCO. Tidak seperti kota-kota tua lainnya di Eropa, pusat kota Bruges memiliki dua alun-alun kota; Market Square atau disebut Grote Markt, dan Burg. Walau yang pertama disebut ukurannya lebih besar dari yang kedua, tapi kedua-duanya sama-sama diminati pengunjung.

Parkir di seputar sentrum cukup mahal harganya; 45 euro sen/15 menit. Jika ingin murah, parkirlah sekitar 500 meter di luar pusat kota (Markt/Burg). Disitu terdapat zona gratis parkir dengan menggunakan blauwe schrijf atau kartu biru, untuk maksimal 4 jam (tentu saja bisa diperpanjang). Tips ini kami dapat dari seorang anak muda penduduk setempat, ketika  kami kebingungan mencari tempat parkir.

Saya rasa Markt merupakan pusat perdagangan Bruges, dilihat dari banyaknya toko dan restoran di sekitar situ. Seperti layaknya sebuah alun-alun kota, bangunan penting di Markt adalah menara lonceng atau Belfry. Lain dengan Markt, Burg lebih terlihat sebagai pusat pemerintahan, dimana bangunan penting disitu adalah City Hall, dan Basilica of the Holy Blood. Konon di dalam basilica terdapat sebuah botol kaca yang berisi darah Yesus yang asli. Saya penasaran ingin melihatnya. Sayangnya, saat itu tengah berlangsung misa khusus masih dalam rangka prosesi De Heilig Bloed. Basilica pun ditutup untuk umum.

Selain basilica, mengintip Gothic Hall di dalam City Hall adalah salah satu highlight perjalanan kami di Bruges. Arsitektur ruangan tersebut benar-benar impresif. Saya terkagum-kagum memandanginya…

Harga tiket masuk City Hall adalah 4 euro, sudah termasuk tiket ke Brugse Vrije. Untuk ukuran biaya masuk sebuah obyek pariwisata kota, harga tersebut termasuk murah..

IMG_4489

Burg merupakan area yang paling pas untuk beristirahat. Dengan beberapa bangku taman dibawah pepohonan rindang, Burg menjadi tempat yang nyaman untuk duduk melepas lelah. Wafel bertabur gula dari toko wafel dekat situ, atau es krim vanila dari gerobak penjual di sekitar situ, seperti sebuah obat penambah energi untuk berjalan lagi menjelajahi sisi lain kota…


Seperti cerita di awal, suami adalah penyuka bir dan saya seorang pecinta coklat. Menariknya, di Bruges ada museum coklat bernama Choco-Story, dan tur pembuatan bir di sebuah pabrik pembuatan bir bernama De Halve Maan. Saya gemar mempelajari hal yang baru, demikian juga si ayah. Buat saya, mengikuti tur di pabrik bir sudah pasti menyenangkan. Mata saya berbinar-binar membayangkannya… Sayangnya, ayah tidak merasakan hal yang sama dengan museum coklat. Daripada konflik, kami lalu putuskan untuk berpisah; saya dan abang ke museum coklat, ayah dan noni ke tempat pembuatan bir. Tak apalah kali ini berpisah, toh pada akhirnya kami berdua sama-sama senang; saya dapat sepotong coklat gratis, dan ayah dapat segelas bir gratis… Segala sesuatu yang gratis, pasti menyenangkan hahahhaa… ^____^

Choco-story alert: Yang tak suka coklat (atau sejarah), saya sarankan jangan masuk di museum ini jika tak mau bosan 😉


Bruges disebut-sebut sebagai the Venice of the North, atau Venezia dari Timur. Foto-foto dibawah ini adalah alasannya…

Banyak kota yang menyebut diri picturesque. Tapi menurut saya, Bruges adalah salah satu (jika tidak bisa dibilang satu-satunya) kota yang sungguh benar sangat picturesque. Setiap sudut kota merangsangmu untuk membidik kamera… Saya tidak mengada-ada dengan hal ini. Terhitung ada 782 foto raw di kamera saya. Untuk sebuah jalan-jalan akhir pekan yang singkat, it really speaks something, right..?? ^____^  Dan hebatnya, itu bukan karena kastil yang gagah, katedral yang megah, alun-alun yang meriah, atau balai kota yang penuh sejarah. Tapi simply, karena kotanya…

Tersesat di Bruges adalah kudu, kata saya, karena dengan begitu kecantikan Bruges akan semakin nampak. Dibalik sebuah gang kecil atau jalanan sepi, kami temukan hal-hal menarik yang tak ada di buku panduan jalan-jalan. Setelah memandang-mandang hasil-hasil foto Bruges, saya punya beberapa foto favorit. Lucunya, jika kau bertanya itu dimana, saya tak tahu jawabannya. Saya jepret tempat itu ketika berjalan-jalan mengeksplor kota.

Sebagaimana ke Venezia tidaklah lengkap jika tak naik gondola, maka ke Bruges pun tak lengkap jika tak ikut tur perahu menyusuri kanal…

Ada sekitar 5 (atau mungkin 6, saya tak ingat persis) titik untuk memulai canal boat tour. Hindari tour di daerah Rozenhoedkaai jika tak tahan antri berlama-lama. Bagi kami, boat tour menjadi salah satu opsi beristirahat setelah kepayahan berjalan. Lumayan duduk santai setengah jam sambil dibuai goyangan kapal dalam terpaan semilir angin musim semi. Krucil saya sampai tertidur keenakan karenanya…

 IMG_4237edit

Bagi pecinta fotografi, Rozenhoedkaai dan Onze Lieve Vrouw Kerk merupakan spot sejuta fotografer. Yang pernah mengunjungi Bruges pasti punya foto-foto di dua tempat ini. Selain dua tersebut masih ada dua lagi spot foto yang menurut saya cantik; Groene Rei dan Gouden Handrei. Minnewater pun sebenarnya cantik, tapi sayangnya terlalu banyak ‘residu’ milik burung, kuda, maupun angsa. Saya jadi agak malas berlama-lama disana. I learned this hard way. Sepatu saya korbannya 😉

Tanner’s Square juga merupakan tempat yang menyenangkan untuk diintip. Tempat itu menurut saya adalah ‘mini replika’ Venezia. Bagi yang sudah ke Venezia, anda pasti sependapat dengan saya.. Bukan begitu..? 😉

 IMG_4584edit

 

Saya menyesal betul, gagal berkunjung ke Museum voor Volkskunde. Salah satu yang ingin saya lihat disana adalah pengerjaan Belgian lace oleh ibu-ibu setempat. Konon kata bisik-bisik, jika ingin membeli bordiran renda khas Belgia, disanalah tempatnya. Karena renda yang dijual di toko souvenir sudah tidak asli made in Belgia lagi, alias sudah made in China…. 😉

Saya sendiri tidak tahu kebenarannya. Yang jelas, saya punya payung dengan material Belgian lace yang saya beli untuk properti fotografi, dengan harga 4x lebih murah harga di Belgia, dan made in China 😉


Bagi yang lidahnya manis, Wollestraat menurut saya adalah heaven of sweet treats… Cobalah menyusurinya…

Sebagai pecinta coklat, kami mencoba beberapa coklat produksi chocolaterie lokal. Saya tak perlu sebutkan semuanya, tapi saya ingin menyebutkan yang kami suka, sebagai bahan referensi jika ada yang mau kesana (sekalian referensi untuk titipan haha!!); The Chocolate Line dan Dumon. Masuk ke The Chocolate Line kau akan disambut dengan aroma coklat yang yummy, yang memenuhi seluruh ruangan toko… Benar-benar menggoda iman… Bagi saya, TCL merupakan surga bagi para pecinta coklat…

Coklat Dumon tak kalah enaknya dengan TCL. Dan bukan hanya enak, tapi coklat Dumon juga unik, baik dari segi rasa maupun bentuknya. Sekedar untuk tahu, Dumon merupakan toko tertua penghasil coklat buatan rumah (home production) di Bruges. Bahkan gedung toko pun tetap dipertahankan keasliannya.

Disclaimer: Selera lidah merupakan sesuatu yang subjektif. Karena itu pendapat diatas bisa diperdebatkan. Jika punya alternatif coklat yang lain, silahkan berbagi informasi, buat referensi kami di kesempatan lain …. ^_____^


Kami merupakan pejalan santai dan penikmat hal-hal indah (dan enak!haha!!). Karena itu, dua hari tidaklah cukup bagi kami untuk menikmati Bruges. Ada beberapa museum dan tempat yang ingin kami jelajahi namun tak sempat lagi karena harus berangkat pulang….. Untungnya Bruges hanya sekitar 2,5 jam perjalanan mobil, dari tempat kami di Belanda. Volgende keer maar weer …. ^_____^

Damme

Bagi yang senang dengan ketenangan, pemandangan hijau, dan sesuatu yang serene, Damme bisa jadi tempat alternatif kunjungan bila sedang di sekitar Bruges. Tapi, melihat dari keadaan kota dan segala sesuatu yang ditawarkan, saya sarankan kunjungi Ghent dulu, lalu Damme, dan terakhir Bruges. Setidaknya bagi kami, begitulah urutan kota yang kami sukai. Sayangnya saya tak punya banyak foto tentang Damme akibat kamera kehabisan baterei hehe… Yang jelas, sekedar retreat dari kepadatan Ghent, Damme merupakan pilihan yang tepat. Untuk sebuah kota super kecil, memiliki restoran sekelas Michelin dengan rata-rata pengunjung mengendarai mobil mewah, membuktikan bahwa kota ini ‘sesuatu banget‘ hehehee….

Album lengkap Flanders bisa diintip disini.

Advertisements

6 Comments Add yours

  1. shintadaniel says:

    Atap City Hallnya keren abeeeeiszzz.. bener yaa kotanya cantik dan bersih banget, no wonder jadi obyek turis. Kalau tinggal disitu betah pastinyaaa.. Somehow canalnya kok mirip sama kayak di Belanda yaa, bangunan di kiri kanannya juga setipe tapi sungainya lebih lebar (berhubung belum pernah ke Venice). Kalau aku ke museum coklat pasti gak mau rugi nyobain semua testernya hahahaha

    1. iya canalnya mirip Belanda… tapi aku lebih senang yg di Bruges.. Lebih teduh dan hijau.. Kalo dibandingkan kanal Venice, hmmm…. what can i say…. Venice terlalu sumpek sama turis, en ga ada hejo2nya… hehehee… Tapi anw, baik di Blnda, Bruges, maupun Venice, masing2 punya kecantikannya sendiri *lagi berusaha ga memihak satu tempat hahahaha*

  2. neng fey says:

    wow banget banget banget!!!

    1. makasih banget banget banget…hehehee…. ^____^

  3. Sharon Loh says:

    Aduuuuh bagus banget ya kota nyaaa. Fotonya cantik cantik banget!
    Apalagi waffle nya tuh bikin ngiler 😛
    Semoga suatu saat bisa ke Flanders juga hehe.

    1. Iya Sharon, kotanya bagus bgt… En walau kota turis, tapi ga sumpek sama turis. Recommended bgt deh buat travelers. Anw, kamu kan seneng traveling.. Pasti bisa ke sana. Ga jauh koq dari Brussel hehehe… ^_____^

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s