Kebun Binatang Bandung

Hari itu, saya terserang virus kegirangan… Menggeliat-geliat tak tahan ingin lekas bergegas, membawa keluarga jalan-jalan ke kawasan Ganesa. Jadwal hari itu saya namakan jadwal Sepanjang Jalan Kenangan, dengan agenda utama membawa papa saya napak tilas mengunjungi kampusnya tercinta ITB, lalu membawa anak-anak ke tempat yang dulunya menjadi tempat bermain langganan bunda mereka; Kebun Binatang Bandung, dan Taman Lalu Lintas.

Saya menaruh ekspektasi yang tinggi terhadap kunjungan ke taman bermain dan kebun binatang, bukan hanya karena krucil kami senang bermain dan pecinta binatang, tapi juga karena cerita mama papa saya (yang diceritakan berulang-ulang!) bahwa dulu hampir setiap minggu kami mangkal disana; entah bermain di Taman Lalu Lintas, atau sekedar piknikan di Kebun Binatang.

IMG_0068

Singkatnya, ekspektasi saya jatuh seperti seorang yang bungy jumping namun keberatan tak bisa naik lagi, atau seperti euro yang terjungkal dipukul kalah poundsterling, dan terus merosot tak terkendali…. *sebuah.analogi.berlebihan!!*

Saya tak punya sisa-sisa ingatan tentang kebun binatang ini di masa lalu, tapi sumpah, kebun binatang ini rasanya lebih tepat kalau disebut kandang binatang. Tak terawat, kotor, binatang kurus kering tak terpelihara, dan bau kotoran binatang menyengat sepanjang jalan. Pernapasan saya sesak, karena menghirup udara tak sedap.

Saya tidak tahu persis pengelolaan kebun binatang ini ditangani oleh siapa. Jika oleh Pemda, pertanyaan saya kemana larinya biaya pemeliharaan fasilitas tempat ini…??? Jika ternyata oleh swasta, pertanyaan saya masih tetap yang itu juga …

Coba lihat…..;

Sampah berserakan, baik di jalan maupun di dalam kandang:

IMG_0118

Dinding kaca tak jernih lagi, seperti sebuah akuarium usang yang tak pernah dibersihkan:

IMG_0117

Yang lebih parahnya, pagar tempat pegangan untuk pengunjung melihat binatang tertentu sudah karatan… Sungguh berbahaya, khususnya buat anak kecil:

IMG_0082

Saya tak bisa berkata-kata lagi… Kunjungan ini tak bisa saya nikmati sepenuh hati… Kami ikut menyewa tikar, piknikan disitu seperti pengunjung-pengunjung yang lain. Tapi saya tak bisa lagi berkonsentrasi dengan jajanan yang kami bawa dari toko kue favorit saya… Udara disitu sungguh tak sedap… Saya melirik ke kiri kanan, banyak keluarga yg menggelar tikar dan makan bekal rantang yang mereka bawa dari rumah (saya asumsi). Ingin rasanya saya datangi mereka lalu bilang, “jangan makan disini… tak baik buat anak-anak…. udaranya tak sehat… ” Apa daya itu hanya sebatas niat saja… Saya tak seberani koko Ahok dalam hal berbicara pada publik… 😉

IMG_0131

IMG_0133

Karena kami datang membawa bayi, ponakan saya yang baru berumur 9 bulan, maka saya punya alasan kuat untuk memaksa kami angkat kaki dari kebun binatang ini. Krucil merengut belum ingin pulang. Namun akhirnya mau, setelah dibolehkan naik gajah tunggang.

IMG_0185

Satu-satunya kelebihan datang ke tempat ini, menurut saya, adalah saya jadi tahu nama-nama binatang dalam sebutan yang sebenarnya…

Kesimpulan kunjungan saya: ….merenung…. sayang sekali tempat ini tak terawat baik, padahal menyimpan kekayaan fauna yang cukup representatif untuk menjadi tempat hiburan yang edukatif bagi pengunjung keluarga…

Advertisements

9 Comments Add yours

  1. Jadi kasian ama binatangnya, juga ama yg ngurusnya (kurang personilkah? Malaskah?)
    Kebetulan Baru denger dari adik, dia Baru dari bonbin ragunan Jakarta, katanya kebun binatangnya ga mau, masuknya murah lagi

    1. Iya mba kasian ama binatangnya… Aku blom pernah ke Ragunan, baru pernah ke Taman Safari, dua taon yg lalu klo ga salah…. Disitu mah binatang2nya lebih terpelihara, en petugasnya cukup banyak yg wara wiri pake kaos staf. Kami pernah ke kebun binatang salah satu yg terbesar disini. Menurut kami mah Taman Safari ga kalah.. *bangga*

  2. shintadaniel says:

    Waaah sayang banget yaa kok nggak dirawat gitu. Mungkin bisa lapor sama Walikota Ridwan Kamil via socmed, mudah2an langsung difollow up..

    1. Shinta, punten baru nongol…. Makasih buat usulnya… Kayaknya mau kucoba tuh… Mudah2an akunnya bukan bikinan asisten yaa, tapi beneran punya beliau.. Jd beneran kebaca hehehe… Thx yaa ^___^

  3. ahahah… jadi terbongkar dikit dehh kekurangan pemda kita. jawabannya gegara Pemda yang ngelola, coba swasta layaknya Sa**r* bandung, gemuk-gemuk hewannya :D.

    1. Nandito, punten yaa baru nongol di wp…. btw, bukannya skrg jamannya bongkar membongkar?? hehehee…
      Mudah2an deh stlh terpilihnya presiden yg kurus, maka pejabat2 pemda belajar “menguruskan” diri, dan mulai menggemukkan seluruh rakyat beserta segenap hewan yg tinggal di Indonesia wkwkwkwkkk… ^___^

      1. Wah wah… Kalo itu kudu nge gym kali ya kak. Hahahha. Tp emang harus di bongkat sihh setajam samurai.

      2. Tak pikir setajam Silet *sambil.pasang.muka.serius.kek.pembawa.acaranya*

      3. Wkwkkw… Nyampe juga si peniti rose kesana ya? . Hahjaja

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s