Pulau Lihaga, Sulawesi Utara

Siapa bilang di Manado hanya ada bubur Manado dan Bunaken…??

Dengan bangga saya perkenalkan: pulau Lihaga….

IMG_7143ed

IMG_7353ed

Pulau Lihaga merupakan pulau kecil tak berpenghuni, yang terkenal dengan keindahan pantainya. Kombinasi putihnya pasir pantai dan birunya air laut merupakan daya tarik utama pulau ini. Apalagi karena pantainya masih belum ‘terlalu dikotori’ turis.

Menuju pulau ini dimulai dari pelabuhan perahu di kampung kecil bernama Serei, Likupang. Jarak tempuh ke pelabuhan ini adalah sekitar 45 menit berkendara, dari rumah adik saya (hehe!). Kalau dikira-kira, mungkin bertambah sekitar 30 menit dari pusat kota Manado (dan masih bertambah 30 menit lagi kalau anda menginap di hotel MTBR di postingan saya kemarin hehehee….)

Ada dua jenis kapal yang disediakan sebagai alat transportasi; kapal kecil serupa speedboat, dan kapal besar yang berkapasitas hingga 40 orang. Tentu saja untuk harga, yang kecil lebih murah daripada yang besar. Saya tidak tahu apakah bisa menyewa kapal on-spot, tapi karena rekomendasi beberapa orang, maka saya menyewa kapal beberapa hari sebelum hari H.

Sebelum ke Manado, hasil survey mengatakan bahwa harga sewa kapal besar adalah sekitar 1 s/d 1,2 juta per kapal. Saya tidak tahu persis apakah ini yang namanya anugerah atau simply harga memang sudah turun karena persaingan, tapi saya mendapat kapal besar bermuatan 40 orang, yang digunakan untuk kami keluarga besar yang tak sampai 20 orang jumlahnya, dengan membayar ‘hanya’ sebesar 700 ribu rupiah saja *meloncat.kegirangan*

IMG_7188ed

Berseberangan dengan Lihaga, terdapat pulau kecil bernama Gangga. Berkarakteristik sama; pesisir pantai dengan pasir putih. Sayangnya, bagian turistik pulau ini sudah berpindah tangan menjadi milik seorang bule Itali (jika tak salah info). Bahkan penduduk asli pulau ini dilarang wara wiri di area yang sudah dibeli bule itu. Sebuah bentuk penjajahan yang tak nampak, kata saya…..

Karena mulai banyak turis yang mengunjungi pulau Lihaga, menjadi kesempatan emas bagi penduduk pulau Gangga untuk mencari nafkah. Setiap hari mereka datang ke pulau ini dengan perahu untuk berjualan makanan ringan, minuman, kelapa muda, pisang goreng, bahkan ikan bakar. Khusus untuk ikan bakar tidak setiap waktu tersedia. Karenanya disarankan untuk memesan sehari sebelumnya via telpon. Luar biasa yaa… Walau di pulau terpencil tapi penjualnya canggih sudah menggunakan telpon selular hehehee… Salut buat penyedia jasa layanan komunikasi bernama Telkoms*l yang mampu menyediakan signal telpon hingga sejauh ini… *berkah buat mereka yang tak bisa hidup tanpa sosmed eksistensi haha!*

Untuk mempermudah imajinasi tentang jauhnya pulau ini, bayangkan saja peta Sulawesi Utara yang berbentuk mirip huruf ‘k’. Posisi pulau Lihaga persis di ujung atas huruf k.

IMG_7361ed

Sesampai di pulau, kami ditagih uang kontribusi kebersihan sebesar 25 ribu rupiah per orang.

Tersedia dua kamar kecil untuk bilas atau bak/bab. Saya tidak tahu harus bayar berapa untuk bak/bab (tidak sempat mencoba hehe), tapi untuk membilas setelah puas mandi di pantai, air bilas dijual seharga 20 ribu per galon. Makin sore, ketersediaan air bilas makin terbatas. Apalagi jika hari itu pengunjung agak banyak.

Oya, mungkin karena tempat ini masih bisa dibilang ‘perawan’ (kalaupun tidak, who am I to judge?? haha!!), pengunjung datang dengan beragam bentuk gear fotografi. Dari yang ‘hanya’ berbekal hape, yang menyandang point-and-shoot camera, hingga yang niat segenap jiwa raga, menenteng kemana-mana kamera profesional dengan lensa mancung pinokio, lengkap dengan penyanggah berkaki tiga ^____^

Silahkan nilai keindahan Lihaga melalui foto-foto diatas. Saya yakin, pendapat saya bukan subyektif karena saya orang Manado. Walau tentu saja, kemampuan fotografi saya masih merangkak, tapi saya harap gambar-gambar tersebut bicara banyak tentang kecantikan tempat ini.

Kalau ke Lihaga nanti, jangan lupa sunblock!! Terik matahari yang begitu cetar membahana [Princessyahrini, 2012], membuat usaha memutihkan kulit yang saya jalani selama bertahun-tahun, musnah dalam sekejap *sniff*

Happy Traveling !!!

Patricia | deBagpacker

Advertisements

24 Comments Add yours

  1. Messa says:

    Biru plus putih, memang perpaduan yg cetar membahana mbak 😀

    1. Sesuatu banget yaa mba Messa… hahahaa…. 😉

  2. shintadaniel says:

    bersih pantainya, lautnya juga biru bening cantik banget…

    1. Iyaa… emang pasir putih ngasih kesan pantai yg bening dan bersih. di Manado ada juga pantai dgn pasir yg haluuuss banget kyk bedak baby… tapi krn warna pasirnya hitam keabu-abuan, jadi ngasih kesan suram dan kurang menarik….

  3. Ohh ini yg dikasih tau temanku taon lalu. Keren.

    1. lhaaa… udah tau dari taon kemaren kenapa ga langsung capcus…?? hehehee… ^____^

      1. Blom ada tiket murah lg. Taon lalu AA sempat ksih murah, ehh bentrok sama ujian. Nasib2.. :d

      2. Aihh…baru tau aku kalo AA punya rute ke Manado…

      3. Betull..tp makassar – manado ya. Hanya saja rute itu tutup sejak jakarta – makassarnya dibtutup.

  4. Cantik sekali nih mba. Baru pulang yah? Itu kapal besar dapat dari mana? Aku mungkin Desember mo ke menado.

    1. Ga bisa dibilang barusih… Udah bln Juli kmrn tapi baru skrg ada kesempatan nulis blog… Aku punya nomer telpon yg punya kapal. Mau? Tapi kalo Desember mah jangan… Musim hujan dan angin kencang… Laut kurang aman…. *hanya.saran.aja*

      1. Ella Rosita says:

        Boleh bagi no hp nya. tgl 10-13 Des 2015, aku ke manado. Makasih yaaa

      2. Halo mba Ella… Maaf saya sedang tidak di Indonesia skrg hehe… Maaf yaa 🙂

    1. iya Dina, pantainya memang bagus banget 🙂

  5. wow indahnya brooo . tapi mungkin pulau tumbak bias dijadikan refrensi juga. http://awalukoe.blogspot.com/2015/06/perjalanan-menuju-spot-pulau-tereksotis.html?m=0 . semoga bermanfaat

    1. Maaf baru baca komennya…. Makasih utk infonya ya pak….

  6. astridtumewu says:

    Hi Mba, salam kenal 🙂
    Waktu itu sebelum liburan (lebih tepatnya pulang kampung) ke Manado januari lalu, coba cari tau tempat2 yang bagus, karena walaupun kampungnya di Manado tapi udah lama pindah dari sana hehe.. ketemu blognya Mba, baca pantai ini, dan bertekad ke sana.. Dan berhasil dan menyarankan pulau ini juga ke teman2, dan semuanya sukaaaa 😀 Tengkiu buat ceritanya Mba 🙂

    1. Halo Astrid…. salam kenal juga… tabea!!! hehehehe…..
      Makasih udah sempetin main ke blog ini…. ^_____^

  7. Mba boleh minta kontak hp bapaknya kapal yg ngantar ke lihaga ?

    1. Halo… Maaf baru reply. Saya baru login wp lagi soalnya… Nmr telp: 082195277663. Tapi saya ga jamin harganya masih sama yaa… Krn ini cerita setahun yg lalu, mungkin saja harganya sudah berubah… Salam.

  8. Mba bisa minta nomor telp si bapak yang punya kapal? Aku minta email ya mba…thank you.

    1. Halo… Maaf baru reply. Saya baru login wp lagi soalnya… Nmr telp: 082195277663. Tapi saya ga jamin harganya masih sama yaa… Krn ini cerita setahun yg lalu, mungkin saja harganya sudah berubah… Salam.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s