Lembah Semois, Ardenne

Cerita ini mestinya dibagikan sekitar dua minggu yang lalu. Tapi status sebagai pelajar (lagi), membuat saya tergopoh-gopoh dengan waktu… Saya bukan sedang mengeluh, tapi I just wish the time would be ticking more than 24 hours a day :-/

Sekitar dua pekan lalu kami jalan-jalan ke Ardenne memuaskan hasrat ingin hunting foto disana… Sebenarnya bukanlah waktu yang tepat, karena warna khas musim gugur belum mencapai puncaknya. Tapi apa daya jika ditunda, kami tak punya waktu lagi untuk plesiran singkat.

Perjalanan kali ini memberi kepuasan ekstra, khususnya buat saya… Bukan hanya karena bisa hunting foto dan ditraktir makan tagliatelle di sebuah desa kecil di tengah lembah (one of the best tagliatelle I’ve ever tasted, next to the one in Venice imho hehe), tapi juga karena di perjalanan tersebut pada akhirnya saya bisa kontribusi tenaga menyetir mobil hehehe… Kalau saya tak salah menghitung, ada sekitar tujuh tahunan si ayah menyuruh saya mengambil sim Belanda. Tapi saya tak bisa dipaksa, karena saya tak begitu suka menyetir… Di mobil, pekerjaan favorit saya adalah baca buku dan/atau tidur. Sebagai seorang yang sering terserang insomnia, cara paling jitu membuat saya tidur adalah naik mobil hahahaha….

IMG_2257ed-copy

Sudah sejak lama saya ingin mengunjungi Semois gara-gara sebuah cerita pendek tentang Ardenne di BBC. Tapi tekad saya, harus datang ketika musim gugur. Apa daya semusim yang lalu, kami punya rencana yang berbeda. Untungnya suami tak lupa janjinya. Musim gugur kali ini, walau dadakan dan tanpa perencanaan, dia mengajak saya menikmati kecantikan lembah Semois.

Menurut banyak orang, Ardennes merupakan bagian negara Belgia yang paling cantik dan picturesque. Masuk akal, karena di bagian inilah banyak dijumpai hutan dengan kombinasi lembah dan sungai di beberapa tempat. Salah satu yang dibanggakan orang Belgia adalah lembah Semois dengan sungainya yang mengalir dari Belgia hingga ke Perancis.

IMG_2268ed-copy

Kecantikan lembah Semois paling tepat dinikmati dari kota kecil bernama Rochehaut. Memandang lepas sebuah kampung kecil bernama Frahan ditengah lembah, dikelilingi hutan dan sungai Semois, sungguh merupakan suatu perpaduan yang indah….

Tak jauh dari situ, sekitar 15 menit (kurang lebih) berkendara, terdapat sebuah pemandangan yang tak kalah cantiknya; Le Tombeau du Géant namanya.

IMG_2302ed2-copy

Disebut Le Tombeau du Géant atau The Giant’s Tomb atau Kubur Raksasa karena bentuknya yang kelihatan seperti sebuah gundukan tanah kuburan… Kubur raksasa ini cantik dipandang melalui desa bernama Botassart. Konon legendanya, gundukan ini benar-benar merupakan kubur seorang raksasa Gallic.

Jika kau menyenangi pemandangan alam, mampirlah ke Ardenne…. Menikmati alam indah bersama orang-orang terkasih, memberimu suatu pengalaman jalan-jalan dengan kesan yang berbeda….  Cobalah ….. ^____^

IMG_2263ed-copy

Happy traveling yaa …. !!

-Patricia | deBagpacker-

Advertisements

20 Comments Add yours

  1. denaldd says:

    WOW!! Sumpah keren banget viewnya Patricia. Jadi ngebayangin yang ada dipilem2 hehehe. Juara! Semoga bisa kesini suatu saat nanti ^^

    kita samaan, aku juga susah tidur. Tapi sekalinya naik mobil atau angkot atau apapun itu pokoknya didalam kendaraan yang bergerak, langsung pules. Dan aku ga bisa tidur kalau sekitarku sepi. Kalau berisik baru bisa tidur :)) *aneh

    1. Iya Den, keren banget… apalagi klo duduk manis di bangku sambil pegangan tangan berdua si mas, memandang desa frahan, lalu melamunkan masa depan… berasa kyk drama korea ga sih hahahhaaa…..
      aduuhh tooosss…. kalo di kamar hangat nan sepi susah banget tidur, tapi begitu di mobil yang ribut dan kadang berguncang2, kenapa yaa tidurnya bisa pulas… ngorok pula… hahhahaaa….. 😉

  2. oppie83 says:

    Ardenne memang cantik ya 🙂

    1. Iya mba…. cantik seperti namanya yaa… hehehe…. ^____^

  3. how nice and peaceful! btw sekolah lagi? ah kepengen sekolah lagi kangen.

    1. haduuhh.. kangen sama sekolah?? hebat euyy… aku mah ga pernah kangen sama sekolah.. apalagi sudah mamak2 begini hehehe… ini kebeneran aja gemeente sini mau ngongkosin for the sake of my business… 🙂

  4. rintadita says:

    duh kaaaak bagus bangeeeeet 😦

    1. duhh makasih bangeett… 🙂

  5. shintadaniel says:

    Cantik banget viewnya kayak di negeri dongeng…

    1. Iya bener Shinta… coba pandang lagi fotonya trus bayangin tiba2 ada Oki en Nirmala terbang wara wiri disitu… Beneran kayak negeri dongeng yaa…hahaha.. ^_____^

      1. shintadaniel says:

        Hahahaha mbaknyaaa ketauan bgt deeh angkatannya 😂

      2. hussss….. hahahhaaaa…. ^____*

  6. neng fey says:

    kok kayak terpencil bgt ya mbak? keren bgt sampe mo nangis liatnya hehehe

    1. Aduh Neng Fey, kenapa mo nangis?? kesian yaa sama penduduknya..? Iya emang terpencil… jarak antara satu desa ke desa yg lain kurleb sekitar 10-15 menit, tapi pake mobil… aku yakin pasti ada shortcut jalan setapak untuk penduduknya saling kunjung…..

  7. BaRTZap says:

    Pemandangan kampong Frahan dengan sungai Semoisnya keren banget! Ternyata Belgia bukan cuma Brussels dan Bruge aja ya yang menarik untuk dikunjungi 🙂

    1. Iya… Btw, masih ada Ghent juga lhoo di Belgia hehe…

      1. BaRTZap says:

        *catat info tambahan*

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s