Sebuah winterscape ke kota Würzburg

Agak lucu juga saya menyebut ini sebuah winterscape. Seyogyanya sebuah winter escape adalah perjalanan menghindari dinginnya winter… Perjalanan kami ini malah kebalikannya, dari tempat dingin ke tempat yang lebih dingin lagi…hehehe… ^_____^

****

Pagi-pagi benar, kami mengendarai si biru membelah A3 menembus kabut yang cukup tebal… Saya sampai harus mengecilkan musik agar bisa berkonsentrasi penuh pada jalan raya di depan. Ini pertama kalinya saya menyetir ditengah kabut setebal ini.

Serius, kami punya sebuah aturan lucu tentang siapa yang wajib di belakang kemudi. Jika ini adalah sebuah perjalanan tak buru-buru, biarkan ayah yang menyetir. Tapi dalam sebuah perjalanan yang dikejar waktu, harus bunda yang menyetir. Tidak, saya bukan seorang pembalap. Pemudi berbadan gelap, mungkin iya, tapi tidak pembalap dalam arti sebenarnya. Saya hanya seorang yang berusaha stabil menginjak gas 120km/jam jika peraturan menyuruhnya. Berbeda dengan ayah. Di tengah jalan tol berkecepatan wajib 120km/jam, dia bisa dengan santai menginjak gas ‘hanya’ 80km/jam sambil menikmati alam sekelilingnya… Hahahaha…. 😉

Karena kami berangkat dari hotel sedikit dibelakang jadwal, maka seperti aturan diatas, kali ini saya yang duduk di belakang kemudi….. ^____^

****

Würzburg, sebuah kota kecil yang terletak diantara Frankfurt dan Nuremberg, yang merupakan salah satu jantung Bavaria bagian timur, Jerman. Tepat bersisian dengan sungai Main, Würzburg merupakan pusat dari regio Franconia bagian bawah.

Topografi daerah ini berbukit, dimana pada setiap sisi bukit dipenuhi dengan tanaman anggur. Konon salah satu anggur putih terbaik Jerman, datangnya dari sini. Lucunya, salah satu merek dagang anggur putih yang cukup terkenal di Würzburg, adalah milik pemerintah. Saya bayangkan seandainya pemerintah Indonesia memiliki usaha produksi minuman keras, pasti forum yang terkenal itu *kedipmata* langsung datang men-sweeping hehehe…. 😉

Kota ini tak begitu besar, berisikan hanya sekitar 130.000 penduduk saja.

Keindahan Würzburg membuat seorang penulis bernama Hermann Hesse pernah berkata bahwa jika dia bisa memilih tempat kelahirannya, maka ia akan memilih Würzburg.

****

Di pinggir sungai Main, hanya beberapa langkah dari jembatan cantik kebanggaan penduduk Würzburg, kami menepi. Sentuhan angin musim dingin membuat saya sedikit menggigil. Saya memastikan leher dan tangan krucil terbungkus baik, lalu kamipun berjalan berpegangan tangan menuju Alte Mainbruecke.

Ayah sedikit terbelalak. Saya lalu menggodanya, “looks familiar, hun??” Ya…. jembatan ini memang mirip dengan jembatan Charles di Praha. Tidak sama panjangnya, tidak pula sama ramainya. Tapi bentuk dan suasananya, sungguh sama. Tidak banyak orang yang lalu lalang di jembatan ini. Yang ada pun, tak semuanya menenteng-nenteng kamera. Sepertinya turis tak banyak disini. Hal yang agak mengejutkan, mengingat kota ini masuk dalam jalur wisata Jalan Romantis (Romantic Road) yang terkenal itu. Tapi lalu saya ingat, ahhh ini musim dingin… Orang pasti lebih memilih bersembunyi dibalik selimut wol sambil memimpikan sebuah liburan bermandikan sinar mentari di Bora-bora….

IMG_3913edIMG_3931ed

Jembatan Mainbruecke merupakan meeting-point favorit para student yang bersekolah disana. Statistik berkata, dengan adanya 3 universitas di Würzburg, sekitar kurang lebih 25% dari jumlah penduduk adalah mahasiswa (www.wuerzburg.de). Memang sepertinya asyik duduk bergosip ala pelajar di cafe sekitar situ, atau sekedar duduk bergembira di pinggir sungai sambil bercerita entah apa, dengan sesekali memandang kemegahan Festung Marienberg yang berdiri kokoh di puncak bukit.

****

Residenz Würzburg

Residenz mungkin adalah bangunan paling terkenal di Würzburg. Banyak situs menaruhnya dalam daftar istana-istana cantik di Jerman. Tak heran istana ini menjadi salah satu monumen yang dilestarikan oleh UNESCO. Di kunjungan kami ini, Residenz tidak bisa dibilang berada dalam penampilan terbaiknya, sebagai resiko alam musim dingin. Toh gedung ini tetap tak bisa menyembunyikan kecantikannya….

IMG_4107ed
Residenz Würzburg

****

IMG_4119edKami rayakan malam terakhir kami di Würzburg dengan menikmati makan malam khas Bavaria, di sebuah restoran berdekorasi cantik, dengan para pelayannya yang menggunakan pakaian tradisional Bavarian. Jangan berharap ada fotonya. Resolusi 2015 saya yang lain (yang dibuat atas desakan keras si ayah), tidak pegang kamera selama jam makan 😉

Di restoran ini saya punya kejadian lucu. Waitress datang membawa setumpuk buku menu, lalu bertanya pada saya, “Chinesse??” Saya jawab singkat, “No.” Diteruskannya, “Japanesse?” “No”, saya geleng-geleng. “Korean?” “No.” Akhirnya dengan wajah desperado dia berkata, “English?” Dengan senyum saya jawab, “Yes, please..” Hahahhaaa……

****

Berselonjor di atas tempat tidur sambil memandang Festung di malam hari, seperti sebuah ramuan penghilang lelah setelah perjalanan seharian menikmati kota. Sebenarnya hotel kami tidak berlokasi di pusat kota. Tapi karena hotel ini adalah satu-satunya gedung tertinggi di Würzburg, tak heran dari kamar hotel kami bisa menikmati kota Würzburg dengan kerlap kerlipnya…. Sungguh cantik… Ayah bilang, bunda memilih hotel yang tepat… ^____^

IMG_3976ed
View kota Würzburg dan Festung Marienberg, dari kamar hotel …

Memandang-mandang lagi Festung dari kejauhan, saya tiba-tiba berkesimpulan bahwa Festung tak terlihat sebagai sebuah benteng pertahanan namun lebih terlihat sebagai istana Aladdin… Menurut anda….???? ^___*

xoxo,

-Patricia-

Disclaimer: Dengan video diatas deBagpacker bukan sedang berlagak seperti seorang travel-writer pro hehehe…. Saya kebetulan sedang mempelajari FCPX, dan klip diatas adalah hasil eksperimen saya yang pertama, menggunakan hanya tiga klip video yang direkam secara iseng… Maklumilah…. ^_____*

Advertisements

4 Comments Add yours

    1. Terima kasih… Masih modus belajar nih hehe …

  1. bebe' says:

    fotonya cakep2 mulu sih.. Aku sungguh iri loooh.. hahaha
    Ugh pingin banget ke daerah2 Jerman yang ini deh.. Cantik2 banget pemandangannya..

    1. Ahhh Bebe…makasih pujiannya… Padahal lho, foto2mu ga ada satupun yg ngga bikin iri… 😄
      Direkomendasikan bgt deh… Emang daerah ini sungguh cantik… 👍

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s