Natal yang tertunda di Rothenburg ob der Tauber

Hari itu tercatat sebagai hari yang luar biasa, seharusnya! Apa daya, pagi-pagi benar dari jendela mobil terlihat butiran-butiran air yang mengguyur perlahan-lahan. Saya menghela nafas panjang, mulai membayangkan bagaimana jadinya perjalanan ini jika hujan turun padahal salju pun belumlah hilang…

rothenburg_tauber_mapSudah sejak beberapa tahun yang lalu saya ingin ke kota kecil ini karena sebuah bacaan. Ketika ada teman-teman yang membutuhkan info kota kecil yang cantik di Eropa, saya tak berpikir lama segera merekomendasikan kota ini. Ironisnya, saya belum pernah kesini…. 😉

Liburan kemarin menjadi spesial karena pada akhirnya saya bisa memberi tanda pada list jalan-jalan di notes butut saya; Rothenburg ob der Tauber, checked !! ^_____^

****

Konon, Rothenburg ob der Tauber merupakan satu-satunya kota di Jerman yang dibentengi oleh tembok yang masih kokoh berdiri di sekelilingnya. Mungkin seperti inilah tembok kota Yerikho pada masanya.

Tentu saja seiring dengan waktu, pengembangan kota menghasilkan bagian-bagian modern yang bertumbuh di luar tembok. Jadi bayangkanlah seperti ini, ketika kaki melangkah melewati gerbang tembok tersebut, kita seperti melangkah masuk ke dalam sebuah masa dimana waktu berputar ke belakang… Jika mungkin pengandaian ini berlebihan, saya gunakan pengandaian yang lain; ketika kaki melangkah masuk ke bagian kota tua, saya seperti masuk ke dalam sebuah studio film Disney bersetting jaman medieval. Serius, saya tidak mengada-ada… Jika penasaran, cobalah google kota ini…. Begitu picturesque nya kota ini, hingga Walt Disney (konon katanya) menggunakan penggambaran kota ini sebagai setting kota dalam cerita Pinocchio.

A friendly warning:

Ada banyak kota bernama Rothenburg di Jerman. Tapi hanya satu kota yang bernama Rothenburg ob der Tauber, yang artinya benteng pertahanan merah di atas sungai Tauber.

Rothenburg lainnya terletak di bagian lain Jerman. Sungguh repot jika anda sampai salah berkunjung…. 🙂

Kota ini kecil, benar-benar seperti studio film saja (tentu saja studio berukuran raksasa). Tapi jangan kaget, di abad pertengahan Rothenburg ob der Tauber merupakan kota kedua terbesar di Jerman.

Bagi yang sering jalan-jalan di kota-kota kecil Jerman, pemandangan rumah batu setengah kayu sudah menjadi pemandangan umum yang tak spesial lagi. Tapi tidak begitu di kota ini. Rumah batu bercampur kayu yang berdempetan satu dengan yang lain, seperti sebuah properti penting yang menunjang keseluruhan atmosfir kota…

Menariknya, sepertinya hanya di kota ini saja, dimana kau temukan Natal setiap hari… Literally !!!

Alasannya bukan hanya karena museum natal terdapat disini, tapi juga karena hampir semua toko di sentrum kota menjual pernak-pernik natal, setiap hari sepanjang tahun. Beruntung sekali….. Saya merasa seperti Tuhan berbelas kasihan dengan kami yang tak sempat menikmati nuansa Natal di rumah. Spirit natal pun makin bertambah dengan adanya sisa-sisa salju disana sini….

IMG_4008ed

Kota ini disebut sebagai salah satu surga belanja di Jerman, khususnya untuk barang-barang dekorasi natal dan mainan kayu. Tapi dengan jumlah pengunjung sekitar 2,5 juta turis per tahun, harga-harga di kota ini pun melonjak jadi sangat ‘turistik’.

****

IMG_3991edSetelah selesai memuaskan mata, jika berhasrat untuk memuaskan perut bisa mencoba Schneeball, penganan ringan khas Rothenburg odT yang terbuat dari campuran tepung, telur, dan brandy, lalu dibalur dengan bermacam taburan manis; coklat, kacang, gula halus, dan lain-lain. Karena takut tak suka, kami membeli mini Schneeball yang sebungkusnya berisi empat macam schneeball; berbalur kacang, berbalur gula halus, berbalur coklat, dan satu lagi entah berbalur apa saya lupa.. Harga sebungkus mini schneeball tersebut €5. Saya sempat merasa kue ini overpriced !!

Tapi walau begitu, saya merekomendasikannya jika anda disana. Tidak sulit untuk menyukai kue ini, karena kita pun punya kue dengan rasa seperti ini di Indonesia. Anda tahu kue tambang..?? Yaaa… rasanya persis sama 😉

IMG_4042edKami akhiri perjalanan menikmati Rothenburg ob der Tauber di tengah rintik hujan musim dingin, dengan berfoto di spot sejuta fotografer, Plönlein namanya. Sepertinya belum sah ke kota ini, jika belum berfoto di persimpangan yang gambarnya begitu populer di internet 🙂

Saya penasaran ingin singgah di kota ini lagi di musim panas… Merasakan natal di tengah tahun..?? Rothenburg ob der Tauber tempatnya……. ^_____^

xoxo,

-Patricia-

Advertisements

7 Comments Add yours

  1. Feº A says:

    Pat, cantik bener..mau masukin ke bucket list deh..

    1. Iya mbak Fe… Cantik bgt… Kata suami, di chart kota cantik versi dia Rothenburg jd nmr 1 menggusur Monschau wkwkwkwkk… 😉

      1. Feº A says:

        langsung ngintip Monschau..hehehe..

  2. BaRTZap says:

    Saya juga sudah lama mengincar kota ini, seandainya dapat kesempatan jalan-jalan ke Eropa khususnya ke Jerman. Kota ini benar-benar memuaskan imajinasi kita tentang cerita-cerita jaman kanak-kanak dulu (kalau dilihat dari gambar). Btw, kira-kira kota ini low season nya di musim apa atau bulan apa ya?

    1. Halo BaRTZap… Maaf saya baru buka wp lagi… Kalo saya bilang sih, kota ini tidak mengenal low season hehe… Saya kategorikan kota ini benar-benar kota turis (seperti Venezia). Salah satu situs perjalanan yang saya baca malah menyebutkan, untuk menghindari turis yang membludak, jangan kunjungi kota ini di musim semi, musim panas, musim gugur, dan sepanjang desember. Dengan lain kata bisa dibilang hampir sepanjang tahun kota ini penuh turis hehe..

      1. BaRTZap says:

        Gak masalah, terimakasih lho sudah direspon 🙂

        Walah, berarti kapanpun datangnya selalu ramai dong yaaaa 😀

      2. Iyaa…, saya minggu lalu baru dari Rothenburg odT. Rame pol hehehe….

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s