JJS (Jalan-jalan Sabtu)

Entah ada angin apa, suatu hari di minggu yang lalu ayah tiba-tiba bilang, “Yang, yuk kita wandelen…” Wah…tumben, pikir saya. Dengan bersemangat saya pun bersiap-siap. Bukan hanya menyiapkan kamera dan kesehatan fisik, tapi juga mempersiapkan sepatu wandelen biar kaki tak pegal-pegal… Ahhh betapa malunya saya, pada hari Sabtu yang direncanakan, si ayah ternyata membawa kami wandelen gaya Indonesia; dengan mobil !! *garukdinding*

IMG_4338

Wandelen atau jalan-jalan, adalah sebuah aktifitas yang digilai oleh (hampir) semua orang Belanda. Tapi tidak seperti orang Indonesia (atau Asia pada umumnya), yang menggunakan kata ‘jalan-jalan’ untuk sebuah aktifitas menggunakan kendaraan, konsep wandelen bagi orang Belanda merujuk pada kegiatan jalan kaki ringan, yang pada umumnya dilakukan di hutan atau di sepanjang tepi sungai. Orang Belanda, kesan saya, merupakan orang-orang yang sangat mengapresiasi alam. Wandelen merupakan salah satu metoda mengapresiasi alam sambil menjaga kesehatan. Apalagi, wandelen merupakan sebuah bentuk exercise tubuh yang murah meriah.

Konsep wandelen, mungkin tidak akan pernah cocok dengan saya, produk Asia yang malas jalan kaki… Lihat saja kita di Indonesia…. Ke rumah teman yang hanya satu blok jauhnya, tetap saja kita gunakan kendaraan, baik itu milik pribadi, angkot, atau ojek. (Baca poin ini tiba-tiba si ayah mendelik, “Kita..??!!!” Hahahaaa)

Hari itu semilir angin musim dingin masih terasa menusuk sampai ke tulang-tulang. Untungnya matahari bersinar sangat terang, membuat kami sengaja nyasar di kota yang super kecil dan sepi ini; Wijk bij Duurstede. Menyisir jalanan di pinggir sungai merupakan sebuah eye-opener tentang kehidupan dasar Holland yang sebenarnya; aktifitas pertanian, peternakan, dan kehidupan sehari-hari melawan air sebagai resiko sebuah negara delta. (Sebagai catatan kecil, pemandangan seperti ini tentu saja tidak hanya ditemukan di Wijk bij Duurstede, tapi juga di kota-kota lain seluruh Belanda, yang topografinya bertetangga dengan air, baik itu air sungai maupun air laut.)

IMG_4392

Selain orang-orang yang sibuk wara-wiri wandelen, banyak juga  pesepeda yang lalu lalang, baik perseorangan maupun kolektif. Belanda merupakan tempat yang unik dan menyenangkan untuk bersepeda. Alpen mungkin merupakan daerah yang jauh lebih indah untuk bersepeda, mengingat pemandangannya yang luar biasa magnifico. Tapi Belanda menjadi area bersepeda yang cukup favorit, karena topografinya yang datar, yang memungkinkan pesepeda untuk menikmati kenikmatan bersepeda secara penuh, tanpa takut terengah-engah kehabisan nafas akibat meng-gowes sepeda di tanjakan dan turunan.

Setelah Babyblu, dititip di areal parkiran, kami pun menyusuri jalan setapak di pinggir sungai yang khusus dibuat untuk pejalan kaki. Berseberangan dengan tanggul, terdapat hutan kota yang cantik dengan jembatan kecil dan aliran air yang mengalir di bawahnya. Terdorong rasa ingin tahu, kami pun melangkah masuk ke dalam hutan.  Siapa sangka, di balik pepohonan kering berdiri sebuah kastil tua yang nampak kokoh walau setengahnya tinggal puing… What a lovely surprise ….

-Patricia-

Advertisements

29 Comments Add yours

  1. Ami says:

    Ternyata di sana, jalan-jalan dimaknai secara harfiah, ya, Mbak Patricia 🙂 kalau di sini, tanya jalan-jalan itu konotasinya dengan kendaraan (ketahuan malasnya).
    Tapi, Mbak, aku di sini malas jalan-jalan di hutan karena nggak cocok dengan medannya (berbukit, licin curam), takut kepeleset, belum lagi kalau ada pacet 😀 kalau di sana (dilihat dari gambarnya) kayaknya asyik deh 🙂

    1. Disini juga kadang2 hutannya becek dan licin lho Ami hehehe… Cuman memang krn medannya datar jadi resiko kepleset kecil… Kalo di Indo daripada jalan di hutan mending jalan di mall kali yaa wkwkwkkk… ^___*

  2. ichasyahfa says:

    Wah bagus dong ya, Mba. Apalagi Belanda juga sangat terkenal dengan penduduknya yg suka bersepeda. Iya setuju Mba, tentang orang Indonesia yg kebanyakan malas jalan kaki (termasuk saya :D). Anyway, gambarnya bagus-bagus banget, Mba Patricia 🙂

    1. Wahh…klo ntar ada Blog Malas Jalan Club, kita berdua pasti anggota yaa wkwkwk… Makasih Icha… ^____^

      1. ichasyahfa says:

        Hahaa, iya Mba 😀 Btw Mba, Mba pernah backpacker-an? Saya selalu tertarik dgn cerita para backpackers. Sepertinya saya akan men-stalk post2 Mba Patricia 🙂

      2. You’re always welcomed to stalk this blog hehehe… Sayangnya aku belom pernah backpackingan euy… Makanya namanya bagpacker bukan backpacker… hehehee…. ^____^

      3. ichasyahfa says:

        Oh ya Mba, baru nyadar. It’s “bagpacker” not “backpacker”, my bad 🙂

  3. denaldd says:

    WOW!! Kereennn cakep ada kastilnyaa 🙂 Akupun sukaaa sekali sepedahan disini. Selain karena ga musti rebutan jalan sama sepeda motor, juga karena udaranya yang seger

    1. Seneng sepedahan juga mba??? Wah, udah ter-naturalisasi kebiasaan Belanda ya wkwkwkwkk…. Kalo kami wandelen sama fietsen masih mood2an, tergantung suasana hati… hehehe…. 🙂

      1. denaldd says:

        Selama di Surabaya kemana2 yang masih ga jauh jangkauannya ya naik sepeda. Soalnya ga bisa naik sepeda motor haha. Makanya disini seneng sepeda dan jalan kaki. Dihargai

      2. Di Surabaya masih enak ya buat sepedaan?? Kyknya kalo di kota lain udah susah krn sumpek… Semoga di Indo nanti juga bisa ada jalur khusus pengguna sepeda yaa…

      3. denaldd says:

        Sepedaan buat ke kampus aja. Jaraknya cuman 2 kilo dari rumah haha. Iyaaa berharap sekali di Indonesia lebih diperhatikan nasib pejalan kaki dan pesepeda

  4. GloryGrant says:

    aaahh, keren banget tempatnya. aku jadi pengen ke sana. 😀

    1. Kalo ntar kesana ajak2 yaaa… ^_____^

  5. Anakku tak kasih liat gambar kastilnya, dia langsung teriak pengen kesitu 😉

    tempatnya dimana ya, jauhkan dari Rotterdam?

    1. Hahaha seneng kastil juga yaa bocahnya… Ini di Wijk bij Duurstede, deket Rhenen.. Kayaknya jauh klo dr Rdam.. Coba cek google map… 😃

  6. Lorraine says:

    Ha…ha….memang orang Belanda seneng wandelen Pat. Setelah makan wandelen, hari Minggu wandelen, pikiran cupet dikit wandelen 🙂

      1. MasDhika says:

        di indonesia kalo jalan jalan susah mbak, gak banyak tempat nyaman buat jalan jalan atau rekreasi kecuali di tempat yang terpencil

      2. Iya bner mas… Tapi kalo di kawasan pemukiman baru sudah enak tempatnya buat jalan pagi/sore.. Kyk kami di Bekasi, tempatnya enak buat jalan. Di Tegalega Bdg jg kan enak buat jln pagi… Dgr2 di kawasan Monas jg… Mungkin hrs inisiasi pemerintah menyediakan kawasan utk public sport atau apalah namanya hehehe….

  7. Mrs Setyawan says:

    nahhhh kok baru nyadar mbak e juga di belanda hikhik
    tau gitu kmrn kopdar yaaa 😦 sambil pinjem daster

    1. Eh dirimu di Belanda juga ya?? Maret ini ada kopdar blogger se-Belanda… Ayo gabung… 😀

      1. udah pulanggg mbak eee hehehehehe

      2. Oalaahh kirain….hehehe… ^____^

  8. auuak says:

    Asyiik dapat kata baru, wandelen 🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s