Mengecap Keindahan Jungfrau

Switzerland merupakan negara yang ibaratnya sebuah kontes kecantikan. Yang keluar sebagai pemenang pada akhirnya diukur dari preferensi dan selera juri bukan pada tingkatan kecantikan peserta, karena pada dasarnya semua peserta adalah sama cantiknya. Di Swiss, setiap pelosok memiliki magnet kecantikan yang sama. Saya percaya betul, kemanapun kaki melangkah, selama itu masih di Swiss, maka anda tak akan sulit untuk jatuh cinta padanya…. Pemandangan tepi danau ataupun kesejukan puncak gunung, semua bisa ditemukan di Switzerland. Namun memang, karena ini merupakan kunjungan kami yang kedua, maka secara personal saya memiliki preferensi. Tapi setelah saya pikir lagi, mungkin juga preferensi ini agak bias, karena pengalaman kunjungan pertama yang tidak meninggalkan kesan apa-apa…

Walaupun –ijinkan saya mengandaikan– keindahan Switzerland hampir sebanding dengan taman surga, namun tak bisa dipungkiri bahwa keindahan tersebut harus ditebus dengan harga yang mahal. Ketika nilai mata uang Euro lebih kuat dari Franc, Switzerland sudah merupakan negara yang mahal. Apalagi ketika kebijakan ekonomi membuat mata uang Franc semakin menguat. Maka harga menikmati daerah tersebut menjadi tak tertandingi, baik menggunakan euro, dolar, apalagi rupiah halal.

Switzerland adalah negara yang kaya. Luar biasanya, tipikal karakteristik penduduknya tidak serta merta ‘sok’ kaya. Sudah merupakan pendapat umum dari para turis bahwa penduduk Swiss sangat ramah, sopan, dan sangat helpful. Sebagai sebuah negara kaya, sudah barang tentu mobil mewah terlihat berseliweran dimana-mana. Namun begitu, harga bensin disana masih lebih murah dibandingkan harga bensin di Belanda.

Switzerland juga dikenal sebagai negara yang memiliki sistem transportasi umum terlengkap dan tertata baik, dibuktikan dengan ketersediaan transportasi publik yang menjangkau hingga ke gunung-gunung. Poin tersebut dengan bangga dikatakan oleh penduduk lokal ….. 🙂

Jika dipandang dari mata saya –yang sekarang harus dibantu dengan kacamata berukuran minus karena faktor keteledoran masa muda–, kawasan favorit saya di Swiss adalah Jungfrau. Kontrasnya pemandangan gunung batu dengan puncak bersalju yang beradu dengan lembah hijau nan asri, sungguh sebuah kecantikan tiada tara.

Regio Jungfrau merupakan daerah yang paling pas untuk menikmati Swiss, bahkan untuk seorang yang bukan pendaki gunung sekalipun. Dua ‘kota Alpen’ yang mungil namun cantik di regio ini adalah Grindelwald dan Lauterbrunnen. Namboru tak berhenti bergumam, “luarrr biasaaaa……”, sepanjang perjalanan menikmati kedua kota cilik tersebut.

Sebagai seorang Manado, saya adalah anak laut. Namun siapa yang bisa memalingkan mata dari cantiknya gunung dan lembah ini … ? Perpaduan birunya langit, putihnya salju, dan hijaunya padang rumput dengan rumah-rumah kayu di atasnya, membuat saya sulit menolak untuk jatuh cinta pada kedua tempat itu.

Grindelwald di bawah mentari pagi ...
Grindelwald di bawah mentari pagi …

Kami sangat beruntung, dalam keadaan terburu-buru memesan apartemen, tanpa diduga ternyata tempatnya persis berhadapan dengan Eiger, salah satu bagian gunung Alpen. Sebelum tidur, saya duduk di balkon apartemen, memotret gunung itu dengan kamera genggam saya, dan mengirimkannya pada mama, dengan pesan, “cepat sembuh ma… Kalau sudah sembuh, kita jalan-jalan kesini…..” (note: tentunya pesan tersebut disampaikan dalam bahasa Manado hehehee…..)

IMG_1647-copy
Eiger Alp, dipandang dari balkon apartemen ….

Lauterbrunnen, artinya valley of loud waters, lembah dengan aliran air yang bergemuruh. Sesuai namanya, Lauterbrunnen merupakan ‘rumah’ bagi 72 air terjun berbagai ukuran, yang mengalir bebas dari ‘dinding’ batu Alpen.

Staubbach Falls di jantung kota Lauterbrunnen...
Staubbach Falls di jantung kota Lauterbrunnen…
IMG_1670-paint-copy
Lauterbrunnen, lembah dengan aliran air yang bergemuruh …

Di suatu kesempatan ketika sedang mengitari Lauterbrunnen, tiba-tiba laju mobil kami terhenti di suatu tempat yang memiliki aliran sungai kecil, dengan pemandangan air terjun yang tak begitu jauh dari situ…. Saya sedang asyik mengambil foto hingga tak memperhatikan kelakuan si ayah di sungai kecil itu. Sontak saya kaget ketika mendengar ayah teriak, “Segarnyaaaaa…..!!! Serasa minum air dari surgaaa ‼‼” Setelah semua jadi ikut-ikutan mencicip air segar tersebut, saya lalu mengajukan sebuah pertanyaan konyol, “Tahu dari mana ini seperti air surga?? Sudah pernah kesana??? ;)”

IMG_1674-copy
Lauterbrunnen dan air dari surga itu wkwkwkkk….. ^____*

Saya datang ke tempat ini mengantongi sebongkah hati yang gundah….. Saya pergi dari sini membawa hati yang melimpah dengan syukur…. Karena kecantikan Swiss..?? Hmm… Bisa jadi…. Tapi sejujurnya terlebih lagi, karena di hari kami meninggalkan tempat ini saya mendapat kabar bahwa Ma sudah mulai bisa menggerakkan kaki kirinya…..

Puji Tuhan ….. Tuhan itu baik …..

Mvg,

Patricia | deBagpacker

Advertisements

26 Comments Add yours

  1. Ami says:

    Tempatnya luar biasa indah, ya, apalagi yang air terjun di tengah kota itu, pemandangan langka banget tuh kayaknya *.*

    1. Iya Ami… Tempatnya memang luar biasa indah …. ^___^

  2. omnduut says:

    Melongo takjub lihat fotonya. Dulu cuma liat dari kartu pos, sekarang dari postingan ini. Rasanya gimana ya kalau ngelihat langsung? *langsung ngebayangin* haha, apalagi lensa paling keren sejagat raya itu mata manusia. Huaaa semoga kesampaian ke sini nanti.

    1. Waahhh saya sukaa kalimat om, “lensa paling keren sejagat raya itu mata manusia” *angkatjempol*
      Rasanya tak terkatakan om… Semoga lensa mata om dapat secepatnya membidik langsung kecantikan tempat ini yaaa….. *komatkamitberdoa*

      1. omnduut says:

        Haha amiin, makasih mbak 🙂 Eropa itu seperti “tanah impian” 🙂

  3. Luar biasaaa T_T semoga suatu saat bisa mengecap keindahan jungfrau jugaa, semoga berjodoh dengan swiss! keren pake banget! :O

    1. Pasti berjodoh mas…. Swiss tak lari kemana koq…. 😀

  4. Messa says:

    wooow… tenyata begitu toh penampakan Eiger yang selama ini menemaniku bertualang XD ransel Eiger maksudku eda XD

    btw, cakep banget semua jepretannya eda!

    1. Duh makasih eda… Aku juga baru ngeh setelah mertua komen soal tas Eiger… hihihii…. ^____^

  5. Dita says:

    Bagus banget mbaaaaa, kapan ya bisa ke sana? Ngeliat gini aja udah seneng, gimana liat langsung yaaa

    1. Pasti bisa kesana koq Dita…. Diniatin aja… When there’s a will, there’s a way hehehehe….. ^_____^

  6. denaldd says:

    Waaaahhhh aku terkagum2 dengan keindahan alam difotomu Pat. Kereeeennnn banget. Sering mendengar orang2 berkata kalau Switzerland itu indah tak terkatakan. Sekarang membaca postinganmu makin tahu ceritanya. Semogaaa suatu hari bisa diniatin nyasar sini. Baru tahu juga tentang Eiger. Aku pengguna sejatinya sampai sekarang 😀

    1. Iya Den… Swiss itu indah banget… Ayo diniatin dari sekarang, biar bisa selfie pake ransel Eiger dgn latar belakang Eiger hehehe…. ^_____^

  7. cichirahayu says:

    Mam, minta kwa ne tu foto mo pake ba “gambar” akang bwahahahaha. Love at the first sight komang ini, Mam #lovestruck

    Btw, ada postingan ato ada rencana mo ba posting ttg New Zealand nda Mam? Sapa tw bole jadi review voor pi ba kaki gatal akang (setelah dompet diet ketat tentunya..hahahaha)

    FYI, I am in love with your posts/pics.

    1. Foto yg mana Chi…?? Minta butul2 ini ato bakusedu??hahaha….
      Waahhh suka skali mo ke New Zealand maar apa daya pundi blum cukup wkwkwkwkk…. Nanti jo kalo so abis bahan jelajah di Eropa, baru mulai berpikir pindah haluan kasana hahaha….
      A zillion thanks, btw, for loving my posts/pics ^____^

      1. cichirahayu says:

        Minta beking DP bbm, Mam. Spya jadi motivasi…hahahaha…
        Manado sih lebe dekat k NZ, maar doi baru cukup klo pake transportasi darat, sedang daratan nda tasambung k sana….wkwkwkwkwk…

      2. Hahahahaa…. qta tunggu nn pe travelogue jo neh baru qta ksana wkwkwkk 😉
        Kirim via fb jo tu foto dang?? ato nn save as jo kwa tu foto disini yg nn suka… bmana??? ^___*

      3. cichirahayu says:

        So save as, Mam…hehehe…Makase neh, Mam. Semogaaaa bisa mengabulkan Mam pe permintaan kong nda bekeng Mam ba tunggu talalu lama (Amiiiiiin)

  8. Hallo, mba Pat 🙂 Swiss selalu indah. Belum ada kesempatan nih ke sana. Aku lanjut baca lagi ya mba Pat 🙂

    1. Hai Dewi 🙋… Makasih yaa udah mampir… Semoga betah yaa… 😘

  9. salam kenal tempatnya indah sekali,

    saya langsung dibuat jatuh cinta dari foto ini

    1. Switzerland memang luar biasa indah, pak…. hehehe…. ^____^

  10. zbethz says:

    Masuk agenda nih Pat, dari dulu pengen main ke sini 😍

    1. Betthhhh…. punten baru reply… Aku baru buka wp lagi nih…. Kesini wajib hukumnya Beth hehehe… Andaikan uang bukan faktor, pengen bisa liburan lama disini.. Sayangnya ga bisa lama2 krn pengeluaran disini bikin pusing pala belbie hahahhaaa… ^____*

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s