Pasar Natal Strasbourg

Spoiler: Postingan ini agak panjang, memuat cukup banyak foto. Grab your fave coffee or tea, sit comfortably and enjoy this whole story. Or simply bookmark it for a visit another day when you have enough time to read this post while relaxing…. ^_____^

Sejak tanpa sengaja ‘terdampar’ di sebuah kota imut yang cantik bernama Riquewihr, saya jadi sangat menyukai regio Alsace (baca: Elsas). Bisa jadi, sebuah penyebab lainnya yang tak kalah berpengaruh adalah kesukaan saya pada minuman anggur putih.

Dari dua tahun yang lalu saya berkeinginan mengunjungi pasar natal Strasbourg tapi tak pernah kesampaian. Sebuah ikatan komitmen membuat saya dan ayah agak kesulitan mengadakan perjalanan liburan musim dingin ke luar Belanda sebelum tanggal 25 Desember, dimana rata-rata pasar Natal dibuka hanya sampai tanggal 24 Desember.

Beberapa tahun terakhir ini, pasar Natal Strasbourg selalu termasuk dalam 10 besar pasar Natal terbaik di Eropa, oleh beberapa situs perjalanan. Keinginan ke Strasbourg pun semakin menguat. Beruntungnya.., mungkin terbawa rasa kasihan melihat saya yang sejak Agustus lalu sangat pontang panting dengan beberapa proyek foto dan video, ayah lalu mengatur (baca: memaksakan) sebuah jalan-jalan singkat, demi relaksasi sang istri. Ahhh Hun…., I bless the day I found you #eeaaaaaa ^___*

Kota Natal Strasbourg …

IMG_6291-copy

 

Pasar Natal Strasbourg tercatat merupakan pasar natal tertua di Perancis. Pertama kali diselenggarakan pada tahun 1570. Tiba disana baru saya tahu bahwa Pasar Natal Strasbourg terdiri dari 11 pasar yang tersebar di penjuru pusat kota Strasbourg. Saya rasa, selain pasar Natal Koln, inilah pasar Natal terbesar kedua yang saya kunjungi di Eropa.

Kami tak sempat mendatangi semuanya. Dari 11 pasar Natal yang ada, hanya 5 yang benar-benar kami kunjungi dan nikmati. Beberapa pasar natal lainnya, yang mungkin karena ukurannya yang relatif kecil dan terlihat ‘biasa’, hanya kami lewati saja. Mereka tak cukup kuat menggoda kami untuk mampir. Owh…, dan lucunya, saking menyenangkannya pasar-pasar natal yang kami datangi, membuat kami lupa mengunjungi the main and the oldest Christmas market in Strasbourg; The Christkindelsmärik… Oh my…. @____@

Sejak dulu, natal tanpa pohon natal di rumah adalah a big no-no buat saya. Sayangnya, karena segala hustle bustle beberapa bulan ini, saya tak punya waktu mempersiapkan rumah menyambut natal. Sungguh mengejutkan karena saya pada dasarnya seorang yang sangat banci segala sesuatu tentang Natal. Hari itu, thanks to Ayah, kami menikmati pasar Natal, memandang lampu-lampu dan ornamen natal yang berwarna-warni, berjalan berpegang-pegangan tangan sambil si bunda mengunyah kastanye hangat (yang terkena ‘kutukan’ ayah yang manjur hingga membuat bunda sembelit besok harinya hahaha!!), that’s the holiday season I’m hoping for ….. ^_____^

The Village of Sharing (place Kléber)

Dari namanya bisa ditebak, kawasan ini merupakan tempat para pengunjung mempraktekan spirit natal yaitu berbagi kasih. Stan disini adalah milik organisasi-organisasi kemanusiaan, baik yang sedang mencari donasi, maupun sekedar mengedukasi pengunjung tentang visi dan misi organisasi mereka.

Di kawasan ini pula berdiri megah pohon natal berukuran jumbo, lambang Natal kota Strasbourg, yang di-klaim sebagai pohon natal tertinggi di Eropa (tolong dikoreksi sekiranya ini bukanlah fakta tapi hanya impian sesaat penduduk Strasbourg hehe).

Karena pernah menikmati keindahan pohon natal Rockefeller Center, mata saya jujur kurang begitu terbelalak melihat pohon natal ini hehehe….

The Cathedral Christmas Market (place de la Cathédrale)

Pasar natal yang biasa, namun menjadi luar biasa ketika setting-an tempatnya berlatar belakang Katedral Notre-Dame.

IMG_6203-copy

cathedralxmas1

cathedralxmas2

The Luxembourg Village (place Gutenberg)

Untuk membuat pasar Natal Strasbourg ekstra spesial, setiap tahun pemerintah Strasbourg mengundang peserta tamu untuk berpartisipasi dalam pasar Natal. Tahun ini, Luxembourg merupakan tamu kehormatan. Tempat ini, ‘surganya’ makanan hangat khas Luxembourg.

The Market of Christmas Treats (place d’Austerlitz)

Seperti namanya, pasar Natal ini khusus menggelar jajanan kue-kue khas Perancis. Saya dan ayah sepakat, inilah pasar natal favorit kami. Saya overwhelmed dengan banyaknya kue yang dijaja di pasar ini. Tentunya bukan jajanan basah seperti di pasar Indonesia (oohh I wiisshhhhh…..). Menariknya, hampir di setiap stan tersedia sampel kue… Lumayaaannnn….. 😉

Di tempat ini saya mengenal pertama kalinya Vin chaud (Glühwein versi Perancis), yang menurut saya dan suami yummier (don’t know if this word is even existed haha!) than glühwein. Di pasar ini pula saya mengenal foie gras (cerita tentang vin chaud dan foie gras bersambung pada posting-an selanjutnya…)

marchedelices1

marchedelices2

The Christmas Market of the Irresistible Craft Producers of Alsace (place des meuniers)

Pasar natal yang satu ini merupakan pasar natal terakhir yang kami kunjungi sebelum bergegas menuju restoran, menikmati makan malam spesial yang ayah ‘siapkan’. Pasar natal ini benar-benar seperti pasar suasananya. Stan dagangan yang berdempetan, dengan jumlah pengunjung yang luar biasa banyaknya, yang berjalan padat merayap memenuhi jalanan sempit, membuat tempat ini memberi kesan sumpek. Seperti layaknya di pasar, jualan di pasar ini pun beraneka ragam; mulai dari makanan (yang dijamin lezat), mainan, hiasan natal, hingga kerajinan tangan khas Alsace.

 

Semoga cerita saya mampu ‘menggelitik’ anda untuk datang juga ke pasar Natal ini (nanti….hehehe….). Mohon maaf jika cerita ini tayang terlambat. Namun jika ada yang tertarik, saya taut alamat resmi website pasar Natal Strasbourg, mungkin untuk rencana jalan-jalan tahun depan hehehee….

 

Sending you a Christmas spirit,

debagpacker-signature

 

[Ps. Dokumentasi foto pada cerita ini sepenuhnya diambil dengan kamera telpon genggam.]

Advertisements

20 Comments Add yours

  1. winnymarlina says:

    yg bentuk love tu kue gk sih kak?

    1. Good question Win… Aku lupa nanya penjualnya, itu kue beneran apa pajangan… Dari penampakan sih kayak kue kering beneran… ☺️😁

      1. winnymarlina says:

        kayaknya mirip kue benaran kak

      2. Lorraine says:

        Lebkuchen, kue kering seperti Spekulas. Khas dijual di pasar Natal.

      3. Thx infonya Lorr… ^___^

  2. denaldd says:

    Aahh Pat, aku sangat menikmati foto-fotonya. Baca ini pagi2 langsung lapar aku. Membayangkan disana dijual lontong sayur sama ketoprak haha atau bubur tinutuan. Aku sukaaa baca cerita pasar Natal. Setelah terbius dengan Köln, akhirnya kami mengagendakan tiap tahun musti datang ni ke pasar2 Natal diluar Belanda. Jadi aku catet Pat yang Strasbourg ini. Sebenarnya kalo ke pasar Natal juga kami ga beli apa2 sih, suka incip2 kuenya trus akhirnya kenyang haha.

    1. Samaa Den… Kami kalo ke pasar natal juga tujuan utama buat wiskul doang, sambil berharap setiap suapan adalah lontong sayur, sate padang, dll hahahaa… Kalo belanja ornamen natal mah buatku harga di pasar natal suka overpriced, walo kadang2 ngerti jg harganya mahal krn delicately handmade… Yg menyenangkan dr pasar natal strasbourg mnrtku makanan2 nya yg super duper lekker Den…kombinasi citarasa perancis dgn porsi jerman hahaha… Thn depan, gantian kau yg bercerita ttg pasar ini yaa… Ditungguuu 🤗☺️

  3. Gara says:

    Saya membayangkan keriuhan dan meriahnya pasar di sana. Hm, pasti sangat menyenangkan. Sarat akan sejarah, tapi juga penuh makanan enak yang tentu cuma bisa dinikmati on the spot. Natal memang membawa suka cita bagi semua orang, di manapun mereka berada. Kalau saya di sana, mungkin saya juga akan berkunjung ke semua sebelas pasar Natal itu, kalau bisa mencoba semua kulinernya yang unik-unik dan enak-enak :hihi. Triangle chocolatnya itu lho, bikin pengen ngemil langsung :hihi.

    1. Jika bisa memilih, Gara…, saya lebih memilih beredar di pasar Indonesia hahaha….. Aahhh….matamu memang jeli… Triangle chocolat is our favorite treat among all treats available there…. Kami bawa pulang 2 zak, ludes dalam sekejap haha…. ^____^

      1. Gara says:

        Bagaimanapun pasar di rumah sendiri lebih baik ya Mbak :hihi.
        Wah, saya jadi makin penasaran dengan rasanya :hoho. Bikin cerita khusus soal itu dong Mbak :hihi.

      2. Request noted #eeaaaaa hahhahaaa^___*

  4. Lorraine says:

    Bagus ya di Strasbourg dekorasinya Pat. The pics are beautiful! Ke Christmas market memang selalu rame jajanan 😉

    1. Iya Lorr… Strasbourg cakep pasar natalnya… Kapan yaa Belanda bisa all out kalo bikin pasar natal ?? *ngarep* ^____^

      1. Lorraine says:

        Ngga bisa deh di Belanda karena bukan kulturnya 😉 Lebih ke negara di mana masa advent masih dirayakan. Belanda udah terlalu sekuler 😉

      2. Iya betul… Tapi aku berharap sih dlm hal ini akan terjadi pergeseran kedepannya, seperti contohnya skrg toko2 yg sudah mulai buka di hr minggu… Siapa tau nantinya Belanda makin berniat menarik pengunjung dari luar negri dgn serius membuat pasar natal tematik, walau mungkin bukan dgn alasan perayaan advent tapi alasan komersil… ^___^

  5. Dita says:

    cuma pengen ngomong : bawa aku ke sana mbaaaaak 😦

    1. cuma pengen ngomong juga: gimana caranyaa cobaaaa ?? ^____*

  6. Cakep pasar Natalnya ya kak.. jajanannya rame juga 🙂

    1. Iya Dewi, pasar Natalnya cakep… Sayang ga bisa tiap hari kesana hehehe… ^^

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s