Kastil Neuschwanstein

Perjalanan mengitari sebelah barat daya Bavaria terasa belumlah lengkap jika belum berfoto selfie dengan latar belakang kastil Neuschwanstein, kastil yang begitu terkenal se-Eropa, bahkan se-dunia.

Schwangau

Mencapai kastil dari ticketcenter benar-benar sebuah perjuangan. Antriannya sungguh panjang berkelokan. Bahkan untuk naik bus khusus pengunjung atau untuk naik kereta kuda pun, kami harus masuk antrian panjang. Daripada waktu terbuang percuma, Pa mengusulkan kami jalan kaki saja. Saya langsung mendesah panjang, membayangkan lelahnya perjalanan. Jadi teringat lagu Doraemon; “mendaki gunung lewati lembah ….”

Aagghh…andai saya punya pintu ajaib Doraemon… ^___^

IMG_0107-copy
Antrian menunggu giliran naik kereta kuda …

Statistik stamina saya tidak pernah di titik atas. Selalu fluktuasi, bermain-main di titik bawah. Sudah tentu bisa dibayangkan bagaimana cemberutnya saya disuruh jalan mendaki bukit.

Dalam pendakian menuju kastil, saya hampir saja power off. Untungnya setermos teh di ransel suami dan gerobak es krim Mövenpick to the rescue, seperti colokan charger di tengah belantara hahaha….;)

IMG_0127-copy
Ayah dan abang berjalan di depan, bunda dan noni yang  bertingkah berada di posisi tengah, oma dan opa berjalan di bagian belakang… Majuuu jalaannn….. :p
IMG_0109-copy
Recharging energi dengan yang manis-manis … ^____^

Walau terengah-engah kelelahan, tapi kenyataannya kami menikmati betul ‘hiking’ kelas abal-abal ini.

Kastil Neuschwanstein

Kastil Neuschwanstein, atau Schloss Neuschwanstein dalam bahasa Jerman, atau New Swanstone Castle dalam bahasa Inggris, terletak di bukit terjal di atas desa Hohenschwangau, bagian barat daya Bavaria. Kastil ini dibangun oleh Ludwig ke-II dari Bavaria sebagai tempat peristirahatannya. Perletakan batu pertama pembangunan kastil ini terjadi di tahun 1869, dan berlanjut dengan pekerjaan pembangunan yang menggunakan teknologi bangunan paling canggih di masa itu.

Neuschwanstein Castle

Neuschwanstein Castle

Neuschwanstein Castle

IMG_0111-copy
Oma dan Opa NayLa bergaya ^____^

Secara penampilan, kastil ini merupakan simbol romantisme. Itu sebabnya bentuk kastil ini banyak ‘dijiplak’ sebagai perwakilan setting istana abad pertengahan, baik di film-film atau pertunjukan-pertunjukan seni lainnya. Sayangnya, kastil ini membawa cerita tragis. Kastil ini hanya dinikmati sesaat oleh pemiliknya, Ludwig ke-II yang memiliki sifat pemalu itu. Ia ditemukan mati bunuh diri di danau Starnberg bersama psikiater yang menyatakan Ludwig ke-II mengalami gangguan jiwa (untuk cerita detil-nya silahkan kontak mbah Google hehe)

Neuschwanstein Castle

Untuk menutupi hutang-hutang Ludwig ke-II yang dibuatnya semasa membangun kastil, maka dibukalah istana ini untuk umum dengan menarik sejumlah uang masuk. Sejak saat itu berbondong-bondong orang mengunjungi tempat ini setiap tahun. Sampai sekarang, kastil Neuschwanstein disebut-sebut sebagai salah satu kastil terindah dan terpopuler di dunia, dengan pengunjung rata-rata sebanyak 1,4 juta orang per tahun.

Walking trail.

Sepertinya, area seputar kastil merupakan tempat hiking yang cukup menyenangkan. Terlihat beberapa orang tua sedang asyik berjalan menggunakan perlengkapan hiking yang lengkap. Saya rasa mereka bukan turis, karena perlengkapan turis sudah pasti kamera (dan tongkat narsis hehe).

Schwangau

Hikers in Schwangau

Jembatan sejuta turis.

Untuk memudahkan pengunjung, brosur peta untuk turis Neuschwanstein dilengkapi dengan photo point, –saya tidak tahu istilahnya–, yaitu titik yang paling baik untuk mengambil foto. Dari beberapa photo points yang tertera disitu, Marienbrücke merupakan titik foto paling ideal dan menjadi spot foto favorit sejuta umat.

Marienbrücke, atau Queen Mary’s Bridge dalam bahasa Inggris, yang terletak di belakang kastil, merupakan jembatan yang dibangun oleh sang ayah, raja Maximilian ke-II, lalu di renovasi oleh sang anak, Ludwig ke-II, untuk memudahkan transportasi bahan-bahan bangunan ke kastil Neuschwanstein. Marienbrücke dibangun di atas jurang bernama Pöllat.

Marienbrucke and  Pollät gorge, from Neuschwanstein Castle

Sayangnya jembatan ini ditutup untuk renovasi besar-besaran, ketika kami berkunjung kesana.

 

***

Sekedar cerita selipan, Ludwig ke-II sangat terobsesi dengan legenda abad pertengahan yaitu Parzifal, dan anaknya Lohengrin. Saya menebak mungkin legenda ini, –secara khusus cerita tentang Lohengrin dan angsa perak–, adalah asal muasal yang menyebabkan angsa (schwan, dalam bahasa Jerman) menjadi nama kota (Schwangau), nama kastil (Neuschwanstein dan Hohenswchangau), dan merupakan ornamen di beberapa tempat di dalam kastil. Tapi tentu saja ini bukan fakta, hanya sebuah dugaan saja. Jangan jadikan ini referensi.. Hehe…

 

Hohenschwangau Castle
Hohenschwangau Castle

Siapa bilang highlight Schwangau hanya kastil Neuschwanstein saja? Coba kau tengok pemandangan alam di sekitar kastil. Sungguh luar biasa, it’s a sight for sore eyes… ^___^

Schwangau

Schwangau

IMG_0147-copy
Pssttt…., akhirnya kami resmi punya foto narsis dengan tongsis di kastil yang keren abis… ^___*

debagpacker-signature

Sumber:
Wikipedia
Website resmi Neuschwanstein Castle
Advertisements

15 Comments Add yours

  1. nyonyasepatu says:

    Bagus bgt yaaaaa, mana ijo2 gitu daun2nya

    1. Berasa sejuk yaa mba… 😊

  2. BaRTZap says:

    Sepertinya kastil satu ini bagus dikunjungi kapanpun ya? Setiap musim memberikan pemandangan spektakuler yang berbeda dari kastil ini.

    1. Oo iya betul… Saya pengen banget kesini kalo winter… Pemandangan kastil bersalju di bayangan saya sangat mystical en magical… 😊

      1. BaRTZap says:

        Iya betul, saya pernah lihat juga gambarnya, kastil ini dibalut salju dengan sisa kehijauan tua yang menyembul dari pucuk-pucuk pepohonan di sekitarnya. Rasanya harus berkunjung ke kastil ini setiap musim ya? Panas, Semi, Gugur dan Dingin ,,, difoto dari tempat yang sama dan kemudian digabungkan, pasti menarik 🙂

      2. Iya betul… Tapi berkunjung kesana setiap musim bikin dompet bolong hahahaa 😁🙆

      3. BaRTZap says:

        Hahahaha pastinyaaa 😀

  3. shintadaniel says:

    Salut sama opa oma kuat dan sehat bisa naik ke kastil jalan kaki. Jembatannya itu serem bgt yaa bawahnya jurang dalam gitu..

    1. Iya mba puji Tuhan oma en opa kuat euy walau terengah2 begitu nyampe kastil hehe… Nambah serem lagi, denger2, kalo kebanyakan turis jembatannya suka goyang hahaaayyy… 🙈😁

  4. Wow aku suka sekali gambar2nya.

    1. Terima kasiihhhh ☺️🙏

  5. mellyloveskitchen says:

    Dudududu opa oma kereeen ke atas jalan (y), soalnya waktu itu aku naik bis >_<"
    Sampe sekarang itu jembatan belum dibuka ya? huhuhu lama sekali, gegara itu jembatan aku pengen balik lagi. Ga komplit euy ga ambil foto dari sana 🙂

    1. Opa ga sabar antrian kereta kuda kepanjangan, antrian bus ga selesai2… Lumayan lah walau dikit2 brenti, nyampe juga… Tapi turunnya pake bus, ga kuat lagi jalan hahahaa…. ^____^

  6. riemikan says:

    Keren deh. Next trip ke Eropa main ke sini ah. Senangnya yg lg dikunjungi ortu 😊

    1. …jangan lupa main ke Wijchen juga yaaa ^____^

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s