Malam Pakjesavond ala kami :)

Hari ini saya mau berbagi cerita tentang malam Pakjesavond kami.

Di Belanda, perayaan Natal bukan lagi merupakan perayaan keagamaan tapi sebuah perayaan tradisi. Coba tanyakan pada semua anak di Belanda (seperti kurang kerjaan ya hehehee..), pasti jawabannya sama; yang paling mereka nantikan malah bukan acara Natal tanggal 25 Desember, melainkan Pakjesavond.

Apa sih Pakjesavond itu? Pakjesavond saya terjemahkan bebas adalah petang (atau malam) yang penuh kado.

Seperti celoteh saya di postingan sebelumnya, di akhir bulan November Sinterklaas dan gerombolannya datang jauh-jauh dari Spanyol menggunakan kapal uap yang berisikan kado-kado untuk anak-anak di Belanda yang bertingkah manis dan baik sepanjang setahun. Sejak hari tibanya mereka di Belanda, agenda Sinterklaas sibuk mengunjungi rumah-rumah dan membagikan kado bagi setiap anak yang menaruh sepatunya di dekat perapian (atau mesin pemanas ruangan).

Nah ceritanya tanggal 5 Desember merupakan hari terakhir Sinterklaas dan kru berada di Belanda. Karena itu, –konon tradisi berkata–, Sinterklaas berkeliling lagi ke rumah-rumah dan membagikan kado dengan lebih generous lagi. Itu sebabnya anak-anak sangat bersemangat menanti Pakjesavond, bukan saja karena mereka punya kesempatan lagi untuk mendapat kado, tapi juga karena di “hari Kado” tersebut isi kado *biasanya* lebih besar dan mahal dibandingkan kado saat Schoene Zetten *)

*) catatan: tidak selalu demikian. Tetap kembali ke rumus dasar; tergantung keluarga masing-masing 😀

Seiring berjalannya waktu, momen Pakjesavond ini menjadi tidak terbatas seputar Sinterklaas saja. Khususnya bagi mereka yang tidak memiliki anak kecil di rumah, Pakjesavond menjadi malam kumpul-kumpul keluarga, atau kerabat dekat, sambil saling bertukar kado. Intinya, jika kado adalah ibarat air hujan, maka pada tanggal 5 Desember seluruh Belanda dinyatakan tenggelam (sebuah analogi yang begitu ngaco hahaha…)

~~~

Keluarga kecil saya terdiri dari seorang suami yang paling kesal disuruh beli kado (tapi berbinar-binar begitu dapat kado!), istri yang paling senang dikadoin amplop, yaitu saya (bangga hahaha :p ), dan duo krucil yang begitu haus dan lapar akan segala macam kado ;).

Tanggal 5 Desember yang lalu kami lewati dengan makan malam yang sedikit berbeda dari malam-malam biasanya, lalu kemudian menghias pohon Natal bersama. Krucil paling senang diajak menghias pohon Natal. Saya biarkan mereka berkreasi walau hasilnya acak-acakan. Ketika mereka pergi tidur, hiasannya saya perbaiki lagi ke arah yang benar hihihii ^___*

Ketika mereka sedang sibuk berurusan dengan pohon Natal, saya menaruh kado-kado dalam karung Sinterklaas yang dibeli murah di sebuah toko murah. Lalu diam-diam karung tersebut saya taruh di depan pintu. Begitu mereka ke kamar untuk bersiap-siap tidur, saya bunyikan bel pintu depan, lalu pura-pura dengan panik meminta ayah dan krucil melihat siapa tamu yang berani-beraninya membunyikan bel tengah malam.

Ya sudah, singkat cerita, dengan sebuah bujukan maut maka abang dan noni lah yang membuka pintu. Mereka lalu berteriak kegirangan menemukan sekarung kado tergeletak di depan rumah. Biar kebohongan tampak nyata *halaahhh*, saya pun menaruh kado untuk ayah dan untuk saya sendiri dalam karung tersebut.

img_3929-copy
Tadaaaaaaa…….

img_3927-copy

img_3936ed-copy
Dank U Sinterklaaasssss ^_______^

…..

Malam itu, anak-anak tidur dengan senyuman lebar……

debagpacker-signature

Advertisements

8 Comments Add yours

  1. Lorraine says:

    Hai Pat, Tambah info sedikit. 5 Desember itu pakjesavond Sinterklaas bagi-bagi kado ke anak-anak yang kelakuannya manis untuk merayakan ulang tahun dia. 😉

    1. _PatriCia_ says:

      Makasih tambahannya Lorr 👌😍… Selamat menyambut Natal yaa, btw 😘

  2. ajheris says:

    Huaaaaaa seruuuu pat kebayang serunya. Jadi ingat natal pertama di Swedia suami buat skenario suruh temannya jadi tomte (santa) cuma ga bawa kado , modal topeng jelek di muka doang ajahahhaj

    1. _PatriCia_ says:

      Hahahaa…. apes bgt dong ka waktu itu 😂😂🙈🙈

      1. ajheris says:

        Hahahaha mana bajunya dekil, ga warna merah gt. Katanya tomte swedia legendanya pakai baju kumal🙈🙈. Tapi lumayam surprise didatangi tomte padahal umur uda uzur. Gimana anaka anak ya

      2. _PatriCia_ says:

        Lhaa…emang aslinya sinterklaas disana dekil ya..?? Itu gimana ceritanya?? Ada di blog kak?? Aku pengen baca… (kalo blm ada, anggap ini request hahahaaa) 😘

      3. _PatriCia_ says:

        Siippp Ka… Makasih link nya, ntar kuintip… 🙏🏼😘

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s